Kasus Jiwasraya: Mantan Direktur Keuangan Hari Prasetyo Dipanggil Kejagung

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku sudah mengirim surat panggilan pemeriksaan ke mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hari Prasetyo untuk diperiksa sebagai saksi pekan depan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  14:39 WIB
Kasus Jiwasraya: Mantan Direktur Keuangan Hari Prasetyo Dipanggil Kejagung
Adi Toegarisman, Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus. - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Bisnis.com, JAKARTA  - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku sudah mengirim surat panggilan pemeriksaan ke mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hari Prasetyo untuk diperiksa sebagai saksi pekan depan.
 
Adi Toegarisman, Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejagung,  mengatakan bahwa Hari Prasetyo diduga kuat mengetahui peristiwa tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya, karena itu tim penyidik akan memeriksa Hari Prasetyo pekan depan.
 
"Iya, yang bersangkutan akan dipanggil sebagai saksi pekan depan," tuturnya, Jumat (10/1/2020).
 
Seperti diketahui, Kejagung mengungkap bahwa negara berpotensi mengalami kerugian Rp13,7 triliun akibat PT Asuransi Jiwasraya berinvestasi pada 13 perusahaan bermasalah.
 
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menilai bahwa PT Asuransi Jiwasraya diduga melanggar prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi melalui investasi pada aset dengan risiko tinggi untuk mengejar high return.
 
Burhanuddin menjelaskan PT Asuransi Jiwasraya telah menempatkan saham sebanyak 22,4% senilai Rp5,7 triliun dari Aset Finansial. Menurutnya, dari jumlah tersebut, 5% dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik (LQ 45) dan 95% dana sisanya ditempatkan di saham berkinerja buruk.
 
PT Asuransi Jiwasraya itu juga menempatkan reksadana 59,1% dengan nilai mencapai Rp14,9 triliun dari Aset Finansial. Menurutnya, dari jumlah tersebut, hanya 2% yang dikelola oleh manager investasi Indonesia dengan kinerja baik dan 98% sisanya dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.
 
"Sampai dengan bulan Agustus 2019, PT Asuransi Jiwasraya telah menanggung potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp13,7 triliun," tuturnya, Rabu (18/12/2019).
 
Burhanuddin juga mengaku sudah menemukan adanya fakta keterlibatan 13 perusahaan yang menerima investasi saham dan reksadana dari PT Asuransi Jiwasraya.
 
Menurutnya, potensi kerugian negara itu muncul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik yaitu terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.
 
"Berdasarkan hasil penyidikan awal, ditemukan fakta adanya kegiatan investasi yang melibatkan grup-grup perusahaan tertentu, total ada 13 perusahaan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik," katanya
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top