Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amankan Penyidik KPK, Polri Bantah Lindungi Target OTT di PTIK

Polri membantah menghalang-halangi tim penyidik KPK untuk menangkap Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Kebayoran Baru Jakarta Selatan kemarin Kamis (9/1).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  11:48 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. - Antara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. - Antara
Bisnis.com,  JAKARTA - Polri membantah menghalang-halangi tim penyidik KPK untuk menangkap Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristiyanto pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Kebayoran Baru Jakarta Selatan kemarin Kamis (9/1).
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa anggota Polri hanya memeriksa penyidik KPK yang tiba-tiba datang ke PTIK dengan dalih ingin salat di masjid PTIK. Menurutnya, seluruh tamu yang datang ke PTIK wajib diperiksa, hal itu sudah sesuai dengan SOP.
 
"Jangan sampai nanti ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab bisa masuk, nanti bisa mencuri bisa apa dan sebagainya. Tentunya setiap orang yang masuk ke PTIK akan diperiksa oleh petugas jaga di sana," tuturnya, Jumat (10/1/2020).
 
Namun, Argo tidak menjelaskan lebih jauh ihwal apa saja yang diperiksa anggota Polri, kepada tim penyidik KPK yang menyambangi PTIK di Jakarta Selatan tersebut.
 
Setelah tim penyidik KPK itu diperiksa anggota Polri, kemudian datanglah Direktur Penyelidikan KPK untuk menjemput para penyidiknya di PTIK
 
"Jadi saya tegaskan lagi ya, semua itu ada SOP-nya dan ternyata tidak lama setelah diperiksa, mereka sudah dijemput Direktur Penyelidikan dan pulang ke KPK," katanya.
 
Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengaku telah terjadi kesalahpahaman antara penyidik KPK dengan anggota Polri di PTIK, Kamis 9 Januari 2020.
 
Kesalahpahaman itu karena anggota Polri mengira penyidik KPK akan melakukan OTT di lokasi yang sudah disterilisasi anggota Polri. Padahal, menurut Ali, tim KPK berada di PTIK hanya ingin melakukan salat di dalam masjid PTIK.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OTT KPK
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top