Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sengketa Natuna, Jokowi : Tidak Ada Tawar Menawar

Begini sikap tegas Jokowi soal klaim China atas perairan Natuna, Kepulauan Riau.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  14:33 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) memeriksa perlengkapan TNI Angkatan Laut di Natuna pada Juni 2016. - Reuters
Presiden Joko Widodo (tengah) memeriksa perlengkapan TNI Angkatan Laut di Natuna pada Juni 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan persoalan sengketa di perairan Natuna, Kepulauan Riau, dengan China tidak bisa dianggap sepele.

Presiden Jokowi menegaskan Pemerintah Indonesia tidak gentar melawan klaim China jika menyangkut kedaulatan negara.

"Saya kira, seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik bahwa tidak ada yang namanya tawar menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," tegasnya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna tentang Penetapan RPJMN 2020-2024 di Istana Negara, Senin (6/1/2020).

Memanasnya hubungan Indonesia-China dipicu dengan masuknya sejumlah kapal China dengan pengawalan Angkatan Laut negara itu di perairan Natuna Utara.

Insiden tersebut memicu operasi siaga tempur oleh TNI di perairan Natuna serta membuat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melayangkan nota protes kepada pemerintah China meski tidak digubris.

Sebaliknya, Kemenlu China mengklaim kawasan Laut China Selatan (Natuna Utara) sebagai teritorialnya, dan menolak keputusan UNCLOS dan Arbitrase PBB yang mengakui kawasan (laut) Natuna Utara sebagai bagian dari NKRI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china natuna
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top