Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sederet Fenomena Astronomi pada Januari 2020, Ada Hujan Meteor dan Bulan Baru

Bagi para pecinta langit, ada sejumlah fenomena yang dapat dinikmati pada awal 2020.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  09:09 WIB
Sederet Fenomena Astronomi pada Januari 2020, Ada Hujan Meteor dan Bulan Baru
Ilustrasi hujan meteor. - Reuters/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki 2020, para pecinta astronomi akan dapat menikmati berbagai fenomena langit. Bulan ini saja, ada sejumlah fenomena astronomi yang bakal terjadi.

Tak perlu khawatir jika Anda tak memiliki peralatan yang mumpuni karena sebagian peristiwa itu dapat dilihat dengan mata telanjang. Berikut daftarnya, seperti dilansir dari Tempo, Kamis (2/1/2020):

1. Hujan meteor Quadrantid, 3 Januari 2020
Tahun ini dibuka dengan hujan meteor Quadrantid, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 3 Januari. Hujan meteor ini berasal dari butiran debu yang ditinggalkan komet 2003 EH1, yang sudah punah.

Quadrantid akan mencakup sekitar 40 meteor per jam pada puncaknya, sehingga Anda bisa melihatnya dengan jelas jika cuaca cerah. Cukup melihat ke langit tak lama setelah tengah malam. Namun, untuk pengalaman lebih baik, jika memungkinkan pergilah ke daerah dengan polusi cahaya yang rendah.

2. Full Wolf Moon, 10 Januari 2020
Fenomena ini terjadi ketika Bulan berada di sisi berlawanan Bumi seperti Matahari, yang berarti permukaannya sepenuhnya diterangi.

Nama Full Wolf Moon berasal dari kisah suku-suku asli Amerika, yakni periode ini adalah saat-saat ketika sekelompok serigala lapar melolong di luar tempat tinggal mereka. Ada pula yang menyebut fenomena ini sebagai Bulan Tua dan moon after yule, alias purnama pertama setelah musim dingin.

3. Bulan Baru, 24 Januari 2020
Menjelang akhir Bulan, ada fenomena Bulan Baru. Fenomena ini terjadi ketika Bulan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari.

Dari sekitar pukul 21.45, Bulan tak akan terlihat di langit malam. Dalam waktu yang sama, benda-benda langit lainnya seperti gugusan bintang akan menjadi sangat terang karena tak ada cahaya Bulan yang bocor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meteor astronomi

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top