Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uber Terima Lebih dari 3.000 Laporan Kekerasan Seksual di AS Sepanjang 2018

Perusahaan transportasi daring Uber Technologies Inc pada hari Kamis (5/12/2019) menyatakan telah menerima lebih dari 3.000 laporan mengenai kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, di AS selama tahun lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  14:41 WIB
Uber Technologies Inc - Istimewa
Uber Technologies Inc - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan transportasi daring Uber Technologies Inc pada hari Kamis (5/12/2019) menyatakan telah menerima lebih dari 3.000 laporan mengenai kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, di AS selama tahun lalu.

Uber mengatakan angka tersebut turun 16 persen dari jumlah laporan kekerasan seksual pada rahun sebelumnya dalam lima kategori kekerasan seksual paling serius yang dilaporkan.

Perusahaan juga mengatakan bahwa laporan serangan terhadap penumpang mengabaikan risiko pengemudi. Penumpang sebenarnya menyumbang sekitar setengah dari pihak yang dituduh dalam kasus kekerasan seksual, seperti diungkap perusahaan.

Kekerasan seksual dan ancaman lainnya telah menjadi perhatian luas bagi industri layanan perjalanan yang tumbuh cepat di seluruh dunia.

Laporan tersebut muncul ketika Uber berada di bawah tekanan dari regulator di banyak kota, termasuk London yang baru-baru ini membatalkan izin perusahaan untuk mengangkut penumpang karena "pola kegagalan" pada keselamatan dan keamanan.

Uber mengatakan bahwa laporan setebal 84 halaman tersebut menunjukkan komitmennya pada transparansi dengan tujuan mendorong akuntabilitas dan meningkatkan keselamatan bagi Uber dan seluruh industri.

Uber mengatakan 99,9 persen dari 2,3 miliar perjalanannya di AS pada 2017 dan 2018 berakhir tanpa insiden terkait keselamatan.

Uber beroperasi di sekitar 70 negara dan mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan apa yang telah dipelajarinya dalam menghasilkan "langkah selanjutnya" di tempat selain di AS, meskipun tidak berkomitmen untuk membuat laporan baru.

Laporan tersebut mengatakan ada sembilan serangan fisik fatal pada tahun 2018, turun dari 10 pada tahun 2017, dan dari total selama dua tahun itu, delapan di antaranya melaporkan penumpang, sementara tujuh melaporkan pengemudi yang menggunakan aplikasi Uber, sedangkan empat lainnya adalah pihak ketiga seperti pejalan kaki.

CEO Uber Dara Khosrowshahi dalam tweet-ny amengatakan perusahaan akan lebih baik dalam menerbitkan data.

"Saya curiga banyak orang akan terkejut melihat betapa jarangnya insiden-insiden ini; yang lain akan berpikir bahwa mereka masih terlalu umum. Beberapa orang akan menghargai seberapa banyak yang telah kita lakukan dalam keselamatan; yang lain akan mengatakan kita memiliki lebih banyak pekerjaan untuk dilakukan, "tulis Khosrowshahi, seperti dikutip Reuters.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Uber Technologies
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top