Selamat Jalan Yusran Yunus Sahabatku

Cuaca Indonesia 18 Oktober: Hujan di Padang, Palembang. Itulah karya terakhir sahabat kami mendiang Yusran Yunus. Artikel itu ditayang di Bisnis.com edisi Jumat (18/10/2019) pukul 08.52 WIB.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  14:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Cuaca Indonesia 18 Oktober: Hujan di Padang, Palembang. Itulah karya jurnalis terakhir sahabat kami mendiang Yusran Yunus. Artikel itu ditayang di Bisnis.com edisi Jumat (18/10/2019) pukul 08.52 WIB.

Di tengah perjuangannya untuk menjalani terapi kanke paru-paru, almarhum masih rajin mengisi berita Bisnis.com, yang dia kerjakan secara remote dari rumah.

Bisnis kehilangan salah satu putra terbaik ketika Sang Khalik memanggilnya. Apakah ini jalan terbaik bagi dia ketika tengah berjuang dengan kanker paru-paru? Entahlah hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas kabar meninggalnya Yusran Yunus pada Selasa malam (3/12/2019) pukul 23.38 WIB membuat kami semua terkejut.

Bergabung di Bisnis Indonesia sejak 1 September 2001, karir pria kelahiran Makassar 19 Maret 1972 ini boleh dibilang lengkap. Jebolan Universitas Tadulako ini pernah mengenyam dunia marketing sebagai Kepala Kantor Perwakilan Medan selama 2005-2009, selain menjalani kompetensi intinya sebagai seorang jurnalis.

Kesehariannya yang cool alias kalem tetapi humoris menjadi kenangan tak terlupakan ketika saya  bersama-sama almarhum saling bahu-membahu di Bisnis.com.

"Istri saya orang Korea Mas. Dia asli Suwon," ujarnya dalam logat Makassar yang kental sembari tersenyum. Kelakar itu terlontar pada sebuah guyonan spontan bermain kata-kata plesetan. Suwon yang dia maksud adalah Sewon, sebuah kecamatan di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Istrinya yang asli Sewon Bantul dengan setia mendampingi almarhum hingga akhir hayatnya, hingga kebersamaan dengan sang istri dan keempat anaknya terpaksa harus berakhir atas kehendak-Nya.

Kami tidak bisa membayangkan kesedihan yang dirasakan istri dan keempat anaknya, yang sehari-hari  merajut interaksi dalam sebuah pranata sosial yang bernama keluarga.

Sudah jelas, kesedihan yang menimpa keluarga almarhum jauh lebih mendalam dibandingkan dengan kesedihan yang kami rasakan dari keluarga besar Bisnis Indonesia.

Sulit rasanya melupakan suasana kebersamaan denga almarhum. Namun, kami harus merelakan kepergiannya. Selamat jalan Yusran Yunus sahabatku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wartawan, bisnis indonesia

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top