Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia Belum Optimal

Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia mengungkapkan pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih belum optimal kendati pemakaian plastik per kapita masih cukup rendah dibandingkan negara lain.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 November 2019  |  01:13 WIB
Pekerja membersihkan sampah yang terbawa arus di kawasan pesisir Muara Baru, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Sampah-sampah yang sulit terurai seperti botol dan kemasan plastik masih menjadi salah satu masalah besar di Jakarta. - Antara/Aprillio Akbar.
Pekerja membersihkan sampah yang terbawa arus di kawasan pesisir Muara Baru, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Sampah-sampah yang sulit terurai seperti botol dan kemasan plastik masih menjadi salah satu masalah besar di Jakarta. - Antara/Aprillio Akbar.
Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia mengungkapkan pengelolaan sampah plastik di Indonesia masih belum optimal kendati pemakaian plastik per kapita masih cukup rendah dibandingkan negara lain.
 
Edi Rivai, Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia, mengemukakan bahwa pemakaian plastik per kapita di Indonesia masih rendah sekitar 21-22 kilogram per tahun dengan total 5,9 juta ton per tahun. Sementara, menurutnya, negara lain memakai plastik lebih banyak seperti Korea 141 kilogram per kapita dan Jepang 80 kilogram per kapita per tahun.
 
Namun, menurut Edi, meski volume relatif lebih kecil dibanding negara lain, namun sampah palstik menjadi permasalahan besar di Indonesia, karena pengelolaannya belum optimal. 
 
"Jadi ke depan tinggal bagaimana kita mengelola dari out put (sampah) plastik itu sendiri. Caranya antara lain dengan melibatkan rumah tangga untuk memilah sampah dari rumah," tuturnya di sela-sela acara Climate Crisis: It’s Up to You to Stop It! pada Selasa (26/11/2019).
 
Berdasarkan hasil survei Katadata Insight Center (KIC) terhadap 354 responden di lima kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya, terungkap bahwa 50,8% rumah tangga yang tidak memilah sampah. Sementara, 49,2% sisanya rumah tangga yang memilah sampah di Indonesia.
 
Franklin Michael Hutasoid dari KIC mengungkap alasan rumah tangga tidak memilah sampah yaitu karena tidak ingin repot, karena sampah dinilai akan tercampur di tempat pembuangan akhir.
 
"Mereka berpikir ribet, milih ini jenis apa, dan mereka juga berpikir nanti di tempat pembuangan,  sampah akan tercampur," katanya.
 
Sementara itu, Priject Executif Waste4Change, Pandu Priyambodo mengatakan bahwa kesadaran masyarakat mengelola masih kecil, sehingga harus mulai didorong melalui edukasi. 
 
“Masyarakat kita harus bisa naik kelas,dari yang tagline-nya buang sampah pada tempat mnjadi pilahlah sampah sesuai jenisnya,” ujar Pandu.
 
 
 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sampah Plastik
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top