Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raja Media Bloomberg Siap Kalahkan Trump di Pilpres 2020

“Saya mencalonkan diri sebagai presiden untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika Serikat,” ujar Bloomberg, seorang mantan Republikan berusia 77 tahun dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip Reuters, Senin (25/11/2019).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 November 2019  |  07:28 WIB
Pengusaha dan mantan Walikota New York City Michael Bloomberg berbicara pada pembukaan Forum Bisnis Global Bloomberg di New York, AS, pada 26 September 2018. -  REUTERS/Shannon Stapleton
Pengusaha dan mantan Walikota New York City Michael Bloomberg berbicara pada pembukaan Forum Bisnis Global Bloomberg di New York, AS, pada 26 September 2018. - REUTERS/Shannon Stapleton

Bisnis.com, JAKARTA— Miliuner Michael Bloomberg yang juga mantan walikota kota New York menyatakan diri maju sebagai kandidat presiden AS dan siap untuk mengalahkan Presiden Donald Trump pada pemilu November 2020.

“Saya mencalonkan diri sebagai presiden untuk mengalahkan Donald Trump dan membangun kembali Amerika Serikat,” ujar Bloomberg, seorang mantan Republikan berusia 77 tahun dalam sebuah pernyataannya seperti dikutip Reuters, Senin (25/11/2019).

Dia mengatakan tidak dapat menanggung empat tahun lagi dari tindakan sembrono dan tidak etis Presiden Trump.

Pernyataan Bloomberg berbeda dari apa yang dia katakan pada Maret lalu  bahwa dia tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Bloomberg akan bersaing dengan mantan Wakil Presiden Joe Biden dan Walikota Pete Buttigieg dari South Bend, Negara Bagian Indiana. 

Bloomberg, pendiri dan CEO perusahaan media terkemuka Bloomberg LP dan seorang dermawan terkemuka, memiliki keunggulan finansial dibandingkan rival Demokratnya.

Dia telah menghabiskan setidaknya US$31 juta dalam iklan televisi yang akan ditayangkan di negara bagian di seluruh negeri selama dua minggu ke depan, ujar seorang juru bicara kampanyenya.

Dia telah mendapat dukungan di internal partai dengan tema kampanye memerangi kekerasan bersenjata dan menyumbang jutaan dollar kepada kelompok yang mendorong undang-undang senjata yang lebih ketat.

Bloomberg akan lebih banyak mengeluarkan dana karena terlambat mencalonkan diri. Belum lagi harus mengejar lawan yang telah mengumpulkan staf kampanye selama berbulan-bulan.

Diberi peringkat oleh Forbes sebagai orang Amerika Serikat terkaya kedelapan dengan estimasi nilai kekayaan US$53,4 miliar, Bloomberg bergabung dengan aktivis Tom Steyer sebagai miliarder kedua yang memasuki kubu Partai Demokrat.

Ia akan mendapat keuntungan karena mampu membiayai sendiri kampanyenya dan menyumbang jutaan dolar dalam periklanan dan membayar staf kampanye.

Dia sebelumnya mengumumkan sebuah kampanye iklan online senilai US$100 juta untuk mengalahkan Trump di empat negara bagian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

presiden as
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top