Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Guru, Nadiem Dorong Guru Inovatif Dalam Proses Mengajar

Nadiem menilai aturan sistem pendidikan saat ini membelenggu guru untuk bisa melakukan inovasi. Dia menyebut guru kerap dibebani dengan tugas-tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 25 November 2019  |  09:42 WIB
Mendikbud dan Dikti Nadiem Makarim memimpin rapat pertama dengan eselon 1 dan 2 Kemendikbud, Kamis (24/10/2019). - Twitter @Kemdikbud_RI
Mendikbud dan Dikti Nadiem Makarim memimpin rapat pertama dengan eselon 1 dan 2 Kemendikbud, Kamis (24/10/2019). - Twitter @Kemdikbud_RI

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mendorong guru untuk mulai berinovasi dalam memberikan pengajaran di kelas.

"Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," ujar Nadiem dalam teks pidato dua halaman yang diunggah di laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Nadiem menilai aturan sistem pendidikan saat ini membelenggu guru untuk bisa melakukan inovasi. Dia menyebut guru kerap dibebani dengan tugas-tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Guru juga terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan, padahal hasil ujian tidak bisa mengukur potensi seorang murid.

Menurut Nadiem, kurikulum yang padat juga menyebabkan minimnya eksplorasi guru dalam proses mengajar.

"Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi," tulisnya.

Oleh karena itu, Nadiem berjanji akan memperjuangkan kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun menurutnya, perubahan harus diawali dari guru sendiri.

Dia meminta guru untuk memulai melakukan sejumlah perubahan kecil di kelas tanpa harus menunggu perintah. Beberapa perubahan kecil tersebut, seperti mengajak kelas berdiskusi dan bukan hanya mendengar, memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, dan lainnya.

"Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak. Selamat Hari Guru," katanya.

Berikut isi lengkap pidato Mendikbud seperti dikutip Bisnis, Senin (25/11/2019):

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Shalom,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Rahayu,

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,

Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

- Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

- Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas

- Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.

- Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

- Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuhShalom,Om Santi Santi Santi Om,Namo Buddhaya,Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nadiem Makarim
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top