Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perundingan Dagang AS-China Berlanjut dengan Beberapa Kemajuan

Wakil Perdana Menteri China Liu He, berbincang dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS (USTR) Robert Lighthizer melalui telepon pada Sabtu (15/11/2019), waktu Beijing.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 November 2019  |  11:09 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA - Negosiator tingkat tinggi Amerika Serikat dan China kembali melakukan perundingan pada akhir pekan kemarin, di tengah tanda-tanda konsesi dari kedua belah pihak tentang beberapa isu yang belum terselesaikan.

Wakil Perdana Menteri China Liu He, berbincang dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS (USTR) Robert Lighthizer melalui telepon pada Sabtu (15/11/2019), waktu Beijing.

Dilansir melalui Bloomberg, Kementerian Perdagangan China mengungkapkan kedua belah pihak melakukan diskusi "konstruktif" tentang fokus inti masing-masing pihak dalam kesepakatan fase pertama, dan sepakat untuk tetap berkomunikasi dengan erat.

Pada kesempatan lain, USTR mengonfirmasi perbincangan tersebut.

"China telah menghapus pembatasan impor unggas dari AS, sedangkan pemerintahan Trump siap untuk kembali memperpanjang lisensi yang akan memungkinkan perusahaan AS untuk terus melakukan bisnis dengan Huawei Technologies Co.," dikutip melalui Bloomberg dalam perkembangan terbaru, Senin (18/11/2019).

Meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump mengisyaratkan pembicaraan dengan China terkait perjanjian dagang fase pertama telah memasuki tahap akhir, itu bukan jaminan bahwa tidak akan ada lagi gangguan yang dapat menghambat proses perundingan.

Pekan lalu, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow menyampaikan bahwa kesepakatan dagang fase awal yang masih harus ditandatangani oleh China dan AS masih butuh beberapa penyesuaian namun dia pastikan tidak akan butuh waktu lama.

Tahap terakhir dari perjanjian perdagangan sering kali terhambat oleh kegagalan perundingan, dan Trump masih belum secara terbuka menunjukkan persetujuannya.

Kedua belah pihak hampir mencapai kesepakatan sekitar 6 bulan lalu, tetapi semua prosesnya menjadi sia-sia setelah AS mengklaim bahwa China mundur dari perjanjian sebelumnya.

Menurut seorang sumber, kedua belah pihak telah mengadakan beberapa konferensi video yang berfokus pada isu-isu penting.

Di antaranya yang menjadi fokus adalah rincian dan jadwal pembelian barang-barang pertanian AS oleh China hingga komitmen untuk mengurangi pencurian kekayaan intelektual yang dituntut Trump kepada Beijing.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top