Optimisme Perusahaan Jerman di China Anjlok

Optimisme perusahaan Jerman yang menjalankan bisnis di China menurun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 November 2019  |  15:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Optimisme perusahaan Jerman yang menjalankan bisnis di China menurun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Dilansir Bloomberg, sebuah survei terhadap lebih dari 500 perusahaan yang beroperasi di China menunjukkan hanya seperempatnya yang memperkirakan akan memenuhi atau melampaui target bisnis mereka tahun ini, demikian menurut Kamar Dagang Jerman di China.

Lebih dari 80 di antaranya mengalami dampak langsung atau tidak langsung dari ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara China dan AS, di atas masalah yang sudah berlangsung lama seperti meningkatnya biaya tenaga kerja dan hambatan ke akses pasar.

Hasil survei tersebut menyoroti eksposur Jerman terhadap pelemahan ekonomi China, yang telah melambat ke laju terlemah dalam hampir tiga dekade di tengah permintaan domestik yang lemah dan tindakan keras terhadap utang berisiko.

Survei juga memperkirakan penjualan mobil akan turun untuk tahun kedua setelah dua dekade ekspansi, yang memukul perusahaan Jerman.

Bulan lalu, Volkswagen AG menurunkan prospek pengiriman kendaraan pada 2019 di tengah penurunan pasar mobil global yang lebih cepat dari perkiraan dan kemerosotan yang belum pernah terjadi sebelumnya di China.

Sementara itu, Daimler AG tersandung dua penurunan proyeksi laba tahun ini. Sektor mesin dan peralatan industri yang juga memperkirakan penurunan ekspektasi secara signifikan.

Prospek ekspor yang tidak pasti membantu mendorong ekonomi Jerman ke jurang resesi tahun ini. Untuk tahun 2020, sejumlah perusahaan melaporkan beberapa tanda pemulihan sementara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, jerman

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top