Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tokoh Oposisi Alberto Fernandez Menangkan Pilpres Argentina

Calon presiden partai oposisi Alberto Fernandez memenangkan pemilihan presiden Argentina pada hari Minggu (27/10/2019), menggulingkan petahana Mauricio Macri.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  12:17 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA – Calon presiden partai oposisi Alberto Fernandez memenangkan pemilihan presiden Argentina pada hari Minggu (27/10/2019), menggulingkan petahana Mauricio Macri.

Kemenangan ini menandakan kembalinya arah negara menuju populisme sayap kiri di tengah tekanan terhadap ekonomi.

Fernandez, politikus yang tidak pernah memegang jabatan pemerintahan sebelumnya, memenangkan 48 persen suara dengan 95 surat suara telah selesai dihitung. Perolehan ini cukup memenangkan pilpres tanpa harus melalui putaran kedua bulan depan. Sementara itu, Macri mengamankan 40 persen suara, dan sisanya didapat oleh kandidat lainnya.

Macri memberi selamat Fernandez dalam pidato singkat di markas kampanyenya, menambahkan bahwa dia telah mengundangnya untuk bertemu pada hari Senin (28/10). Fernandez yang akan menjabat pada 10 Desember berbicara tak lama kemudian di hadapan para pendukungnya, bersama dengan mantan presiden kontroversial Cristina Fernandez de Kirchner.

"Semoga mereka yang menjadi lawan kita selama empat tahun ini sadar akan apa yang mereka tinggalkan dan membantu kita membangun kembali negara ini dari awal," katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Dia mengatakan akan bertemu Macri pada hari Senin untuk membahas periode transisi.

Kemenangan Fernandez menandakan kembalinya kekuatan nasional Peronisme, yang merupakan sebuah gerakan politik anti-elit yang memihak pekerja daripada pemilik bisnis. Meskipun para pemilih menolak kebijakan penghematan pemerintah Macri, hasilnya pilpres yang cenderung ketat mencerminkan kewaspadaan terhadap kemampuan Fernandez untuk mengarahkan ekonomi yang sedang dihantui krisis.

Setelah kampanye dalam beberapa pekan terakhir, Macri berhasil mempersempit selisih dari defisit 16 poin persentase dari pemilihan awal pada bulan Agustus. Hasil sebelumnya mengejutkan pasar dan menyebabkan mata uang peso jatuh serta memaksa Macri untuk memberlakukan kontrol modal.

"Meskipun masih kalah, ini menciptakan Kongres dan lanskap politik yang lebih seimbang di masa depan," kata Jimena Blanco, direktur penelitian politik di perusahaan konsultan Verisk Maplecroft di Buenos Aires.

Janji-janji Fernandez untuk memperbaiki keadaan akan langsung menemui kesulitan ketika ia dilantik, mengingat kurangnya dana yang dimiliki pemerintah, di tengah kontraksi ekonomi, inflasi yang melampaui 50 persen, pengangguran lebih dari 10 persen, dan sepertiga penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina pilpres
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top