Indeks Kepuasan Jemah Haji Indonesia 2019 Meningkat

Indeks kepuasan jemaah haji Indonesia tahun 2019 naik 0,68 persen dibandingkan tahun 2018 menjadi 85,91 persen atau termasuk dalam kategori sangat memuaskan menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  14:57 WIB
Indeks Kepuasan Jemah Haji Indonesia 2019 Meningkat
Jemaah haji berada di Bukit Safa saat melakukan sa'i, bagian dari pelaksanaan ibadah haji 2019. - Reuters/Umit Bektas

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat kepuasan jemaah haji asal Indonesia tahun 2019 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Indeks kepuasan jemaah haji Indonesia tahun 2019 naik 0,68 persen dibandingkan tahun 2018 menjadi 85,91 persen atau termasuk dalam kategori sangat memuaskan menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ini capaian tertinggi sejak survei indeks kepuasan haji dilaksanakan pertama kali pada 2010," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers mengenai survei IKJHI di Gedung BPS Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Survei IKJHI selain mengukur kepuasan jemaah terhadap pelayanan haji juga menampung saran dan masukan dari jemaah haji untuk perbaikan penyelenggaraan pelayanan jemaah haji oleh pemerintah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa hasil survei IKJHI BPS akan menjadi masukan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji.

"Ini bermakna bagi kami karena masukan yang berarti untuk meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji ke depannya," kata Lukman Hakim.

Hasil survei kepuasan jemaah haji Indonesia juga akan menjadi masukan bagi kementerian dan lembaga terkait dalam penyelenggaraan pelayanan haji.

"Hasil survei tahun ini menggembirakan, amat kita syukuri karena kami merasa penyelenggaraan yang sangat menantang," kata Lukman.

Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan haji tahun 2019 paling menantang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena jumlah anggota jemaah haji Indonesia bertambah 10.000 menjelang tahap akhir persiapan.

Peningkatan jumlah anggota jemaah haji menyusul penambahan kuota haji Indonesia dari pemerintah Arab Saudi itu membuat pemerintah harus bekerja keras mengatur ulang penyelenggaraan pelayanan bagi jemaah haji di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

Survei Kepuasan Haji

BPS menggunakan tiga metode pengumpulan data dalam survei kepuasan jemaah haji. Pertama, dengan menyebarkan 12 macam kuesioner kepada jemaah haji melalui ketua regu dalam kelompok yang beranggotakan 10 orang.

Selain itu, BPS pada tahun 2019 untuk pertama kalinya melakukan survei daring untuk jemaah haji yang menggunakan pelayanan khusus dan selanjutnya mengerahkan petugas untuk melakukan wawancara dan mengumpulkan data kualitatif.

"Petugas juga melakukan observasi dengan mendatangi langsung, mengamati fasilitas dan layanan yang diterima jemaah," kata Suhariyanto.

BPS tahun 2019 melakukan survei pada 14.400 anggota jemaah haji atau sekitar 6,2 persen dari total 231 ribu anggota jemaah haji Indonesia.

Survei dilakukan pada anggota jemaah haji yang berangkat dalam gelombang pertama, yang menempuh perjalanan dari Indonesia menuju bandara Madinah, dan anggota jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, yang bertolak dari Indonesia menuju bandara Jeddah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibadah Haji

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top