Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Negosiasi Perang Dagang, China Ingin Pertemuan Tambahan dengan AS

Beberapa sumber mengatakan bahwa kemungkinan Beijing akan mengirim delegasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, negosiator top China, untuk menyelesaikan kesepakatan tertulis yang akan ditandatangani oleh para presiden pada pertemuan tingkat tinggi APEC bulan depan di Chili.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  10:30 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA -- China ingin mengadakan satu kali pertemuan dengan negosiator Amerika Serikat sesegera mungkin untuk mendapat kejelasan dari isi perjanjian dagang tahap satu sebelum ditandatangani oleh Presiden Xi Jinping.

Beberapa sumber mengatakan bahwa kemungkinan Beijing akan mengirim delegasi yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, negosiator top China, untuk menyelesaikan kesepakatan tertulis yang akan ditandatangani oleh para presiden pada pertemuan tingkat tinggi APEC bulan depan di Chili.

"China ingin Trump juga membatalkan kenaikan tarif yang direncanakan efektif pada Desember, selain kenaikan yang dijadwalkan pekan ini, sesuatu yang belum disetujui pemerintah," ujar sumber yang tidak disebutkan namanya, dikutip melalui Bloomberg, Senin (14/10/2019).

Hingga saat ini belum ada kejelasan rincian perjanjian verbal yang dicapai pada perundingan di Washington pekan lalu.

Sementara itu, Trump memuji peningkatan pembelian produk pertanian AS oleh China sebagai langkah patriotik bagi petani AS, media pemerintah China mengatakan bahwa kedua belah pihak hanya sepakat untuk bekerja sama dalam mencapai kesepakatan.

Kementerian Perdagangan China tidak segera menanggapi permintaan komentar atas rencana pertemuan lebih lanjut.

Sebelumnya, Geng Shuang, juru bicara Kementerian Luar Negeri, menegaskan bahwa kedua belah pihak telah membuat kemajuan dan mengatakan dia berharap AS akan bekerja dengan China dan mencapai sebuah solusi.

Investor kesulitan untuk menentukan apakah AS dan China akan mencapai terobosan dari perang dagang yang sudah berlangsung selama 18 bulan, di mana saham global terpantau beragam pada Senin (14/10/2019).

Angka perdagangan China sepanjang September yang lebih buruk dari perkiraan menggarisbawahi meningkatnya tekanan pada Trump dan Xi untuk mencapai kesepakatan guna mencegah perlambatan yang lebih luas dalam ekonomi global.

Huo Jianguo, mantan pejabat Kementerian Perdagangan China yang sekarang adalah wakil ketua China Society For World Trade Organization Studies, mengatakan bahwa AS harus menghapus sanksi tarif yang akan berlaku pada Desember jika ingin menandatangani perjanjian dagang pada pertemuan APEC.

"AS telah menunjukkan sikap yang baik tapi kami tidak boleh lengah dengan peluang perubahan sikap yang bisa terjadi kapan saja," kata Huo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang dagang AS vs China
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top