Kemnaker Fasilitasi Kepulangan Jenazah Korban Jembatan Runtuh di Taiwan

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memfasilitasi kepulangan jenazah tiga pekerja migran Indonesia yang menjadi korban runtuhnya jembatan lintas pelabuhan Nanfang Ao di Yilan, Taiwan.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 11 Oktober 2019  |  10:16 WIB

Bisnis.com, BANTEN – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan memfasilitasi kepulangan jenazah tiga pekerja migran Indonesia yang menjadi korban runtuhnya jembatan lintas pelabuhan Nanfang Ao di Yilan, Taiwan.

Aris Wahyudi, Plt. Dirjen Binapenta dan PKK di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), mengatakan bahwa jenazah Ersona (32), Domiri (28), dan Wartono (29) akan segera dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing setelah tiba di Indonesia.

“Sesuai dengan koordinasi dengan KDEI Taipei dan jasa penerbangan, setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta, ketiga jenazah pekerja migran Indonesia itu akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” katanya saat menjemput ketiga jenazah tersebut di Terminal Kargo Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (10/10/2019).

Jenazah Wartono akan langsung dibawa ke Cirebon, Ersona dipulangkan ke Indramayu, sedangkan Domiri diantar ke Pemalang.

Aris menuturkan KDEI Taipei akan menyelesaikan seluruh hak ahli waris, seperti gaji dan asuransi kematian ketiga korban itu setelah proses pemulangan jenazahnya rampung.

Dia juga mengapresiasi Sekar Tanjung Lestari sebagai Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang bertanggung jawab dalam penanganan pemulangan jenazah tersebut.

Sementara itu, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker Eva Trisiana mengatakan bahwa ketiga jenazah tersebut telah ditangani dengan hukum Islam sesuai kepercayaannya oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan.

“Seluruh korban meninggal dunia juga Memperoleh santunan dari Kemnaker yang diterima oleh keluarga dab ahli waris,” ujarnya.

Selain tiga korban tewas, insiden runtuhnya jembatan lintas pelabuhan Nanfang Ao juga menyebabkan empat warga negara Indonesia mengalami luka-luka.

Miswan dan Supandi yang mengalami luka ringan langsung dipulangkan dari rumah sakit, sedangkan Jaedi dan Winanto memerlukan perawatan intensif di rumah sakit Yilan karena mengalami luka berat.

Eva memastikan seluruh warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden itu merupakan pekerja migran resmi yang bekerja sebagai anak buah kapal di kapal ikan berbendera Taiwan.

Otoritas Wilayah Yilan dan Taiwan International Ports Corporation sebagai pengelola pelabuhan juga telah memberikan santunan kepada korban meninggal dunia.

Keempat korban luka-luka juga memperoleh santunan dengan jumlah bervariasi sesuai dengan luka yang dialami.

“Pemerintah akan terus memantau dan memastikan agar hak para korban dapat diterima oleh ahli waris sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenaker

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top