Penusukan Wiranto, Bupati Pandeglang: Jihad Bukan Begini Caranya

Pemerintah setempat juga akan mengadakan rapat dengan seluruh camat dan kepala desa.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  22:51 WIB
Penusukan Wiranto, Bupati Pandeglang: Jihad Bukan Begini Caranya
Menko Polhukam Wiranto berbincang dengan Ketua Badan Pelaksana Universitas Matlaul Anwar Irsyad Djuaeli saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di kampus terebut di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Menkopolhukam Wiranto meresmikan gedung baru sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa beberapa jam sebelum penusukan terhadap dirinya. - Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Bisnis.com, JAKARTA — Bupati Kabupaten Pandeglang, Banten, Irna Narulita menyesalkan terjadinya aksi penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto oleh kelompok ekstremis di kabupaten setempat, Kamis (10/10/2019). Kejadian ini juga dinilai mencoreng nama baik di wilayahnya.

Wiranto diketahui mengalami peristiwa penusukan di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, siang tadi. Pelaku disebut pihak keamanan merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD.

"Saya sampaikan kalau kalian mau jihad mau ibadah caranya tidak seperti ini, karena ini mencoreng sekali nama baik kami dan pihak keamanan rasanya sudah cukup utk memberikan pengawalan untuk beliau, tetapi mohon maaf ini kami sedikit kecolongan," katanya di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (10/10/2019).

Peristiwa ini menurutnya mencoreng wilayah dan masyarakat Pandeglang. Padahal pelaku diketahui bukan merupakan warga asli kabupaten itu. Irna khawatir kejadian ini akan membuat pemerintah pusat abai terhadap Pandeglang.

Atas kejadian ini, pemerintah setempat juga akan mengadakan rapat dengan seluruh camat dan kepala desa. Tujuannya meminta aparatur di tiap kecamatan lebih selektif menerima tamu masuk yang berasal dari luar Pandeglang.

"Dan mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali dan kami akan terus melakukan sosialisasi, edukasi agar anak-anak kami tidak terpapar dengan paham-paham radikal," ucapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan dirinya diberitahu langsung oleh Dr. Terawan bahwa proses operasi yang dijalani Wiranto berlangsung selama tiga jam. Proses ini berjalan cukup baik hingga kemudian diarahkan ke kamar ICU untuk menjalani proses penyembuhan.

"Kondisinya secara resmi tentunya lebih baik pihak rumah sakit yang akan menyampaikan tetapi yang jelas dari proses tiga jam operasi yang berjalan dengan baik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wiranto

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top