Dosen UMM Ciptakan Permen untuk Sapi

Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menciptakan pakan sapi berbentuk permen. Pakan inovatif ini berdampak positif pada peningkatkan konsumsi pakan serta kualitas susu sapi.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  17:33 WIB
Dosen UMM Ciptakan Permen untuk Sapi
Proses pembuatan urea molases block atau UMB karya dosen UMM - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menciptakan pakan sapi berbentuk permen. Pakan inovatif ini berdampak positif pada peningkatkan konsumsi pakan serta kualitas susu sapi.

Produk pakan ternak inovatif ini merupakan hasil penemuan program pengabdian dua Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Asmah Hidayati dan  Khusnul Khotimah. Program pengabdian ini dilakukan di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Asmah yang juga Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM mengatakan permen sapi atau dikenal dengan urea molases block (UMB) adalah feed additive yang bisa diberikan kepada ternak secara langsung atau digantung.

UMB ini terdiri dari bahan pakan molases tetes, urea, bekatul, dedak, bingkil kedelai, tepung, bingkil kelapa, gibs sebagai perekat, mineral dan vitamin.

Formula ini untuk mencukupi kebutuhan ternak khususnya ternak perah, supaya mineral vitamin dan bahan lain bisa memberikan efek positif dari pengaruh penambahan bahan-bahan ini ke dalam bahan pakan. Dengan begitu konsumsi pakan meningkat dan diharapkan nutrisinya terpenuhi.

“Nutrisi dan kuantitas pakan terpenuhi akan menyebabkan produksi susu meningkat. Selain kuantitas produsi susu meningkat, juga kualitas produksi susu meningkat,” ujar Asmah, di Malang, Rabu (9/10/2019).

Peningkatan kuantitas dan kualitas susu terjadi karena UMB mengandung bahan-bahan yang mampu menstimulir efektifitas enzim, meningkatkan hormonal yang bisa memacu produksi susu. Hal itu menyebabkan kualitas dan kuantitas susu meningkat terutama dari sisi kandungan lemak dan protein susunya.

UMB ini dikenal sebagai permen sapi karena dicetak dengan ukuran standar untuk seekor sapi. Tentunya UMB harus diproduksi setiap hari jika peternak ingin meningkatkan pakan secara berlanjut.

“Kendala di lapangan yaitu peternak menginginkan diproduksi massal sementara peternak tinggal membeli saja,” ucap Asmah.

Ada juga UMB yang khusus untuk dijilat. Ukurannya lebih besar, bisa digantung, komposisinya agak berbeda. Lebih banyak pada mineral mix yang akan ditambahkan fungsinya hanya untuk menjilat.

“Ibaratnya seperti sambel, berfungsi meningkatkan nafsu makan ternak tersebut,” ungkap Asmah.

Suplemen ini efeknya berbeda jika dicampur dengan feed additive atau bahan yang ditambahkan ke dalam ransum lain. Ketika dicampur feed additive lain dampaknya akan  berbeda juga, baik dari tingkat pencernaanmaupun penyerapannya.

Temuan UMB ini selain dapat meningkatkan produksi susu, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan taraf ekonomi peternak. 

Program pengabdian diikuti 20 peternak sebagai pioneer. Saat ini pelaksanaan program masih dalam proses pendampingan dan observasi apakah produk yang diberikan ke peternak menimbulkan peningkatan produksi dan kualitas susu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inovasi, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top