Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Kerusuhan Susulan, 6.000 Personil TNI-Polri di Papua Disiagakan

Polri dan TNI masih menyiagakan 6.000 personil untuk mengantisipasi aksi susulan yang diprediksi akan terulang kembali di wilayah Papua.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  20:02 WIB
Warga melakukan konvoi saat aksi di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019). Antara - Sevianto Pakiding
Warga melakukan konvoi saat aksi di Mimika, Papua, Rabu (21/8/2019). Antara - Sevianto Pakiding
Bisnis.com, JAKARTA - Polri dan TNI masih menyiagakan 6.000 personil untuk mengantisipasi aksi susulan yang diprediksi akan terulang kembali di wilayah Papua.
 
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan seluruh personil TNI Polri tersebut akan ditarik kembali jika situasi Papua sudah benar-benar kondusif. Untuk saat ini, menurut Asep, kondisi keamanan sudah normal di wilayah Wamena dan warga mulai beraktivitas seperti biasanya.
 
"Untuk menjamin keamanan di Wamena, kami sudah siapkan 6.000 personil ya untuk amankan wilayah Papua. Tetapi kondisi terkini, semuanya sudah normal dan kondusif," tuturnya, Senin (7/10/2019).
 
Menurut Asep, ada tiga kelompok yang akan terus dipantau yaitu KNPB, KKB dan ULMWP, karena tiga kelompok tersebut kerap memprovokasi warga agar melakukan aksi anarkis. Asep mengimbau warga agar tidak takut untuk beraktivitas normal, karena TNI dan Polri sudah menyiagakan ribuan personilnya.
 
"Seluruh aparat keamanan sudah bersiaga di sana (Papua). Kami akan memberi jaminan keamanan ke masyarakat Papua, khususnya Wamena," kata Asep.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua wamena
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top