Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Kompos atau Listrik? Ini Saran Wapres JK soal Sampah Perkotaan

Mengubah sampah menjadi listrik akan kesulitan pada sisi harga pokok penjual listrik yang mahal
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  09:00 WIB
Pengolahan sampah terpadu pupuk kompos - danamonpeduli.org
Pengolahan sampah terpadu pupuk kompos - danamonpeduli.org

Bisnis.com, JAKARTA – Pembentukan kompos dinilai lebih berhasil dalam penanganan sampah perkotaan dibandingkan jika diubah menjadi sumber energi listrik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan kerja ke Makassar menyebutkan kota-kota di Indonesia harus bergerak menjadi kota bersih.

Untuk itu, pengelolaan sampah kota harus dilakukan secara terpadu termasuk bagi Makassar yang menjadi kota terbesar di Indonesia Timur.

"Kita harapkan, Makassar menjadi kota yang bersih", kata Jusuf Kalla dalam keterangan resminya, Senin (7/10/2019).

Jusuf Kalla menyebutkan berdasarkan pengamatan dirinya terhadap pengelolaan sampah di dunia, maka mengubah sampah menjadi kompos merupakan metode paling optimal untuk diterapkan. Apalagi metode ini membutuhkan biaya yang relatif tidak besar.

“[Sampah] sebaiknya jadikan kompos saja. Selain lebih mudah pembuatannya, juga biayanya pun jauh lebih murah dan visible, ketimbang dibuat jadi pembangkit listrik,” katanya.

Jusuf Kalla menyebutkan mengubah sampah menjadi listrik akan kesulitan pada sisi harga pokok penjual listrik yang mahal.

Pasalnya listrik yang dihasilkan pembangkit jenis lainnya seperti air hingga batubara relatif lebih murah dibandingkan berbahan bakar sampah.

" Di negara lain pun [pembangkit listrik tenaga sampah] jarang bisa berhasil karena mahal. Cukup dijadikan kompos. Listriknya kita beli dengan harga 5 sen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah Rumah Kompos
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top