Pemerintah Tak Tambah Pasukan Keamanan di Wamena

Pemerintah belum berencana untuk menambah jumlah pasukan keamanan di Wamena, Provinsi Papua, pasca meletusnya kerusuhan pada 23 September 2019.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 04 Oktober 2019  |  14:09 WIB
Pemerintah Tak Tambah Pasukan Keamanan di Wamena
Pengungsi korban konflik di Wamena dievakuasi dengan ambulans setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Sebanyak 51 korban konflik di Wamena tersebut dievakuasi dengan menggunakan pesawat hercules C130 milik TNI Angkatan Udara. - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah belum berencana untuk menambah jumlah pasukan keamanan di Wamena, Provinsi Papua, pasca meletusnya kerusuhan pada 23 September 2019.

Kendati demikian, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko meyakinkan bahwa pemerintah akan berupaya penuh untuk menjaga kondusifitas situasi di Wamena guna mencegah gelombang eksodus ke luar daerah.

"Ya intinya kan pemerintah menjaga situasi kondisi yang stabil. Itu harus tercipta dulu karena ini memberikan keyakinan  kepada masyarakat bahwa situasi terjaga dengan baik agar mengurangi orang untuk eksodus," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/10/2019).

Dalam waktu dekat, Moeldoko menjelaskan bahwa Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Wiranto akan berkunjung ke Wamena untuk memastikan situasi keamanan.

Intinya, dia mengimbau agar masyarakat segera kembali ke Wamena karena situasi keamanan sudah terkendali.

Sementara itu, data Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Silas Papare di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua menunjukkan sebanyak 8.051 warga tercatat telah mengungsi dari Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, ke Jayapura semenjak kerusuhan terjadi di Wamena pada 23 September-2 Oktober 2019.

Sebaliknya, jumlah pengungsi yang sudah keluar dari Jayapura tercatat 220 orang dengan tujuan Malang, Makassar, Timika, dan Padang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, wamena

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top