DPR AS : Pompeo Halangi Penyelidikan Pemakzulan Trump

Pompeo disebut menolak upaya komite untuk mendapatkan kesaksian dari lima pejabat dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri terkait permintaan Trump kepada presiden Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  14:39 WIB
DPR AS : Pompeo Halangi Penyelidikan Pemakzulan Trump
Menlu AS Mike Pompeo: menghalangi penyelidikan pemakzulan Trump - reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga ketua komite parlemen Amerika Serikat menuduh Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menghalangi penyelidikan terkait upaya pemakzulan atau impeachment Presiden Donald Trump.

Mengutip Reuters, Rabu (2/10/2019), Pompeo disebut menolak upaya komite untuk mendapatkan kesaksian dari lima pejabat dan mantan pejabat Departemen Luar Negeri terkait permintaan Trump kepada presiden Ukraina untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Eliot Engel, Ketua Komite Intelijen Adam Schiff, dan Ketua Komite Pengawas Elijah Cummings, membuat komentar dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan sebagai tanggapan atas posisi Pompeo.

Tiga ketua Partai Demokrat itu mengatakan Pompeo akan menjadi saksi fakta dalam penyelidikan impeachment jika ia terbukti ikut mendengarkan pembicaraan telepon Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

"Setiap upaya untuk mengintimidasi saksi atau mencegah mereka berbicara dengan Kongres, termasuk karyawan Departemen Luar Negeri adalah ilegal dan akan menjadi bukti penghalang penyelidikan pemakzulan," demikian tertulis dalam pernyataan komite.

Mereka mengatakan bahwa setiap usaha untuk mencegah saksi berbicara akan dianggap dapat memperkuat pengaduan whistleblower yang dapat membantu mendorong penyelidikan pemakzulan.

Dalam pernyataan tersebut, Komite berkomitmen untuk melindungi para saksi dari pelecehan dan intimidasi dan mengharapkan kepatuhan penuh dari para saksi dan Departemen Luar Negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, Donald Trump

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top