Berkah Demonstrasi, Pria Ini Raub Rp2 Juta Per Hari

Demonstrasi di DPR selama dua pekan terakhir menjadi berkah tersendiri untuk Nyoto Prianto. Bermodal nyali berdagang di tengah aksi, dia mampu meraup pendapatan hingga Rp2 juta per hari.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  18:59 WIB
Berkah Demonstrasi, Pria Ini Raub Rp2 Juta Per Hari
Nyoto Prianto (kiri) saat berjualan tepat di gedung DPR RI, 30 September 2019. Rayful Mudassir - Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Demonstrasi di DPR selama dua pekan terakhir menjadi berkah tersendiri untuk Nyoto Prianto. Bermodal nyali berdagang di tengah aksi, dia mampu meraup pendapatan hingga Rp2 juta per hari.

Prianto hanya menjual buah segar dengan gerobak dorong. Melihat adanya demonstrasi sejak pekan lalu, dia memupuk nyali untuk menjual barang dagangannya.

"Kalau rusuh langsung selamatkan diri," katanya saat berbincang dengan Bisnis belum lama ini.

Sejak aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Prianto melihat aroma berkah di sana. Pada 23 September siang, dia sudah terlihat di dekat pintu utama gedung dewan itu. Dagangannya laris manis.

Pembeli datang tanpa henti, mulai dari kalangan mahasiswa, polisi bersegaram dinas, berbaju preman hingga sesama pedagang sekitarnya.

Pria paruh baya ini juga terlihat saat aksi massa satu hari kemudian. Sebelum rusuh, Prianto terlihat sumringah sampai beberapa kali melempar lelucon kepada pembeli. Sejumlah mahasiswi tak luput digodanya penuh canda.

Namun saat gas air mata mulai ditembakkan, tanpa babibu, seketika dia mendorong gerobaknya ke arah Palmerah. Dia selamat. Usai kerusuhan itu dia kembali berjualan di aksi-aksi selanjutnya.

Saban hari, Prianto biasa berjualan di Blok F Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia menyewa sebuah bilik kecil untuk menyimpan gerobak. Selesai mengais rezeki, dia kembali ke rumahnya di kawasan Depok.

Sembari pulang, dia singgah ke pasar Kramat Jati untuk membeli pelbagai buah. Setelahnya dikupas dan dibungkus di rumah. Keesokan harinya, dia pergi membawa buah ke bilik yang disewa di Tanah Abang untuk memuat buah ke dalam gerobak.

Selama aksi demonstrasi berlangsung, Nyoto Prianto tak tentu waktu jualan. Semua bergantung pada jadwal aksi. Namun sering kali dagangan mulai dijajakan siang hari.

"Alhamdulillah bisa sampai Rp2 juta per hari. Pembelinya banyak," katanya terkekeh.

Pendapatan Prianto jelas meningkat drastis. Biasanya jika berjualan di Tanah Abang, saban hari uang yang dibawa pulang hanya berkisar Rp500.000 - Rp700.000 per hari. Itupun masih pendapatan kotor, masih harus dipotong modal.

Meski senang dengan hasil yang diperoleh, dia sadar bagaimana bahayanya berjualan di tengah kericuhan.

"Ini saya saja sampai pakai odol di bawah mata. Takut kena gas air mata," terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perdagangan, demo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top