Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo Buruh Bubar, Puluhan Aparat Joget Gembira

Ada pemandangan langka saat sejumlah serikat pekerja menggelar aksi di depan gedung DPR, Rabu (2/10/2019). Usai aksi, puluhan aparat keamanan berjoget gembira di bawah mobil komando milik massa.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  16:33 WIB
Puluhan aparat keamanan berjoget gembira di sekitar mobil komando massa buruh di DPR. Aksi kali ini berlangsung kondusif dengan tetap dikawal aparat. Rayful Mudassir - Bisnis Indonesia
Puluhan aparat keamanan berjoget gembira di sekitar mobil komando massa buruh di DPR. Aksi kali ini berlangsung kondusif dengan tetap dikawal aparat. Rayful Mudassir - Bisnis Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Ada pemandangan langka saat sejumlah serikat pekerja menggelar aksi di depan gedung DPR, Rabu (2/10/2019). Usai aksi, puluhan aparat keamanan berjoget gembira di bawah mobil komando milik massa.

Aksi puluhan ribu buruh berlangsung sekitar empat jam dimulai pukul 10.00 WIB. Tidak seperti unjuk rasa beberapa hari terakhir yang berujung ricuh, demonstrasi kali ini berlangsung cukup kondusif.

Kondisi ini membuat aparat berjaga lebih terlihat santai dalam mengawal massa. Namun usai aksi, mobil komando milik serikat buruh tetiba memutarkan beberapa lagu yang memantik perhatian aparat kepolisian.

Tanpa komando, puluhan aparat mendekati mobil pengeras suara sembari berjoget dan bersorak sorai. Pemandangan ini jarang terlihat setelah sejumlah aksi massa belakangan berujung bentrok hingga menimbulkan tidak sedikit korban yang didominasi dari massa.

Momen ini hanya berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu orator dari atas mobil pamit untuk menjauh dari barikade polisi untuk mengawal perjalanan pulang puluhan ribu buruh di Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengajukan tiga tuntutan kepada pemerintah dan DPR dalam aksi itu. Pertama, menolak revisi UU Ketenagakerjaan Nomor 13/2003. Kedua menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas dan ketiga meminta Presiden merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

"[semoga] Tuntutannya bisa sampai ke pemangku kepentingan, untuk itu kami aksi akan tetap kami lakukan dengan membawa isu dan konsep yang sudah kami persiapkan. Aksi hari ini terbukti berjalan damai, teman-teman kepolisian juga menjaga dengan baik," katanya usai aksi di DPR, Rabu (2/10/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi demo buruh
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top