Prospek Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Meningkat

Citigroup Inc. merevisi proyeksi pertumbuhan Vietnama selama 1 tahun dari 6,7% menjadi 6,9% berdasarkan prospek kinerja yang solid untuk kuartal keempat.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 September 2019  |  11:04 WIB
Prospek Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Meningkat
Lalu lintas di di jalan raya Vietnam. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Para ekonom meningkatkan proyeksi pertumbuhan Vietnam pascarilis data pada akhir pekan kemarin menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut melonjak lebih dari 7% pada kuartal ketiga.

Citigroup Inc. merevisi proyeksi pertumbuhan Vietnama selama 1 tahun dari 6,7% menjadi 6,9% berdasarkan prospek kinerja yang solid untuk kuartal keempat.

Sementara itu, analis dari Maybank Kim Eng Research Ltd. memperkirakan ekonomi Vietnam akan tumbuh 7% untuk tahun ini, lebih tinggi dari proyeksi awal yakni sebesar 6,8%.

Dilansir melalui Bloomberg, kegiatan ekspor dan pertumbuhan sektor manufaktur yang solid mendukung kenaikan pada kuartal ketiga sebesar 7,31%, meskipun pada saat yang sama kondisi regional tengah melemah akibat perang dagang AS-China dan Jepang-Korea serta pelemahan global..

"Manufaktur adalah pendorong utama pertumbuhan ekonomi dalam sembilan bulan pertama tahun ini, diikuti oleh jasa," ujar Nguyen Bich Lam, Kepala Kantor Statistik Umum, seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (30/9/2019).

Ini merupakan laju ekspansi yang tercepat sejak awal tahun lalu dan mencerminkan pertumbuhan investasi asing ke Vietnam ketika bisnis mengalihkan produksi mereka dari China untuk menghindari tarif yang lebih tinggi.

"Meningkatnya investasi asing langsung dan permintaan domestik yang kuat, seperti yang disarankan oleh pertumbuhan penjualan ritel yang kuat baru-baru ini, akan menjaga momentum terus berlangsung hingga akhir tahun dan pada awal 2020," tulis ekonom Maybank Linda Liu dan Chua Hak Bin dalam sebuah catatan penelitian.

Vietnam kemungkinan akan mencatat surplus perdagangan sebesar US$500 juta pada September, secara signifikan berkurang dari surplus sebesar US$3,44 miliar pada Agustus.

Ekspor pada September naik 8,2% dari tahun sebelumnya, sedangkan impor naik 8,9%.

Adapun, Vietnam diperkirakan menutup tahun ini dengan tingkat inflasi kurang dari 3%, lebih rendah dari target pemerintah 4% karena harga makanan tetap stabil, menurut Do Thi Ngoc, kepala departemen harga konsumen di Kantor Statistik Umum.

Menurut Le Trung Hieu, kepala pertanian di kantor statistik, pertumbuhan output pertanian sembilan bulan Vietnam melambat menjadi 2,02% dari 3,7% secara tahunan.

Demam babi Afrika telah mengurangi jumlah kawanan babi nasional sebesar 19%, yang berkontribusi terhadap perlambatan pertumbuhan produksi pertanian, tambah Hieu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi vietnam

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top