Trik Mendapatkan Buku Kuliah yang Murah

Ternyata, ada satu pos anggaran yang tidak bisa disepelekan yakni biaya pembelian buku. Namun, jangan khawatir, ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pengeluaran pada pos biaya pembelian buku tersebut.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 29 September 2019  |  03:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Uang kuliah sering dipandang sebagai salah satu pos biaya terbesar ketika seorang siswa akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang tersebut.

Di samping itu, ada pula biaya hidup yang meliputi biaya penginapa atau uang kos dan makan, untuk calon mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di kota berbeda dari kota asalnya.

Ternyata, ada satu pos anggaran yang tidak bisa disepelekan yakni biaya pembelian buku. Dikutip dari Reuters, biaya yang harus dikeluarkan seorang mahasiswa selam empat tahun masa belajarnya bisa mencapai US$1.240 atau setara Rp17,36 juta (kurs Rp14.000 per US$).

Namun, jangan khawatir, ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pengeluaran pada pos biaya pembelian buku tersebut.

Sewa buku

Kalau zaman dahulu, membeli menjadi satu-satunya opsi untuk bisa mendapatkan buku dan barang lainnya, saat ini ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan seperti menyewa.

Saat ini, sejumlah situs seperti Amazon dan Chegg.com menawarkan jasa penyewaan buku. Namun, kamu harus ingat untuk mengembalikannya tepat waktu. Jadi, kamu bisa lebih hemat.

Berdasarkan National Association College Stores, 45% siswa saat ini memanfaatkan jasa penyewaan buku.

Buku Bekas atau Versi Digital

Daripada membeli buku baru berbentuk fisik, kamu bisa mencoba opsi membeli buku bekas atau versi digital.

Berdasarkan data National Association of College Stores 52% siswa memilih untuk membeli buku bekas dan 25% lainnya membeli versi digital.

Kalau kamu tidak mau salah beli buku, tanyakan pada dosen nomor ISBN bukunya. Dengan demikian kamu bisa berhemat dan tidak membeli buku yang salah.

Pilih Waktu Yang Tepat

Presiden dan penemu CampusBook.com menyebutkan mahasiswa baru cenderung menjadi korban harga buku yang mahal. Pasalnya, mereka yang masih penuh semangat ini akan segera mengunjungi took buku terdekat berupaya untuk membeli buku untuk menunjang aktivitas belajar. Pada umumnyamereka akan membeli buku baru.

Sementara itu, para senior biasanya sudah lebih paham. Kebanyakan dari mereka akan membeli buku secara daring. Dengan membeli buku secar daring, mereka bisa melakukan perbandingan harga yang ditawarkan masing-masing situs penyedia buku dan membeli dengan harga lebih murah.

Tips lainnya, sama seperti barang-barang lain, jangan membeli buku ketika permintaan sedang tinggi-tingginya lantaran harga buku tersebut akan lebih mahal.

Tips lainnya, jika kamu tidak lagi menggunakan buku yang sudah kamu beli, jangan segera menjualnya ketika siswa lain sedang beramai-ramai menjual buku. Degan demikian kamu bisa mendapatkan harga jual lebih tinggi.

Oleh karena itu, begitu kamu mendapatkan silabus pembelajaran, kamu bisa curi start membeli buku terlebih dahulu. Kamu juga bisa menjual buku bekas kamu setelah siswa lain melakukan hal yang sama, tentu saja saat permintaan masih tinggi ya.

Cari gratisan
Terkadang, ada saja situs yang menawarkan buku secara gratis. Conthnya OpenStax yang didirkan oleh Baraniuk lantaran harga buku yang sangat mahal.

OPenStax menyediakan buku berkualitas dalam bentuk digital secara gratis. OpenStax memiliki koleksi 38 buku yang digunakan para siswa. Reuters mencatat, OPenStax telah membatu mahasiswa menghemat hingga US$600 juta sejak didirikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
buku, kuliah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top