Pertemuan Bilateral: Menlu Retno Bahas Isu Ekonomi, Perempuan, dan Palestina

Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Sidang Majelis Umum PBB ke-74 (24/9/2019), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali melakukan tujuh pertemuan bilateral dengan mitranya dari Rumania, Aljazair, Solomon Islands, Guatemala, Estonia, Ceko, dan Presiden Majelis Umum PBB.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 September 2019  |  06:26 WIB
Pertemuan Bilateral: Menlu Retno Bahas Isu Ekonomi, Perempuan, dan Palestina
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Ceko Tom Petek di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Selasa (24/9/2019) - Kementerian Luar Negeri RI

Bisnis.com, JAKARTA -- Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Sidang Majelis Umum PBB ke-74 (24/9/2019), Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi kembali melakukan tujuh pertemuan bilateral dengan mitranya dari Rumania, Aljazair, Solomon Islands, Guatemala, Estonia, Ceko, dan Presiden Majelis Umum PBB.

Beberapa isu yang diangkat dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain, peningkatan hubungan ekonomi, peranan perempuan dalam keamanan dan perdamaian, serta isu Palestina di Dewan Keamanan PBB.

“Kerja sama ekonomi, pengarusutamaan isu perempuan, serta isu Palestina di Dewan Keamanan PBB menjadi fokus pembicaraan saya dengan negara sahabat di hari kedua ini,” kata Retno melalui keterangan tertulis yang dirilis Kemenlu, Kamis (26/9/2019).

Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, kata Retno, Indonesia akan terus mendorong pembentukan instrumen perdagangan bilateral seperti Preferential Trade Agreement (PTA), serta mengajak kolaborasi pihak swasta dan BUMN.

“Dengan Aljazair, Indonesia usulkan agar kedua negara memiliki PTA. Saya juga sampaikan keinginan WIKA dan Pertamina memperluas business engagement di Aljazair,” kata Retno menambahkan.

Kehadiran Pertamina dan WIKA di Aljazair selama ini telah menuai banyak pujian dan menjadi contoh nyata keberhasilan BUMN Indonesia di luar negeri.

Selain itu, meskipun terletak jauh dari Indonesia, Menlu Retno menekankan pentingnya memulai inisiatif-inisiatif baru untuk mendorong interaksi ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara sahabat di wilayah Eropa Tengah dan Timur serta Amerika Selatan dan Karibia saat berbicara dengan Menlu Guatemala dan Ceko.

“Saya mengundang negara sahabat untuk hadir dalam forum business Amerika Latin dan Karibia serta forum bisnis negara-negara visegrad yang akan dilaksanakan di Jakarta," katanya.

Dalam pertemuan, Menlu Retno secara khusus juga membahas mengenai kontribusi perempuan dalam perdamaian dan keamanan.

“Sebagai sesama Menlu Perempuan dengan Rumania, saya menekankan pentingnya pengarusutamaan isu perempuan dalam kebijakan luar negeri dan di forum global seperti PBB”, katanya.

Dalam pertemuan dengan Presiden Majelis Umum Tijani Muhammad Bande, Menlu RI menekankan kembali dukungan Indonesia terhadap program program Majelis Umum PBB. Indonesia mendukung program dan prioritas Presiden SMU PBB yang baru, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai multilateralisme yang saat ini sedang menghadapi tantangan besar.

Isu Palestina juga tak luput dari pembahasan keduanya.

“Saya secara khusus juga membahas mengenai perkembangan isu Palestina di PBB, karena isu ini, isu prioritas bagi Indonesia," kata Retno.

Sebelumnya, selama menjabat Presidensi Dewan Keamanan PBB pada Mei yang lalu, Indonesia telah menyoroti perluasan pemukiman ilegal di wilayah pendudukan Palestina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbb

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top