Polri Akui Ada Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL Tadi Malam

Gesekan itu terjadi lantaran massa aksi melarikan diri ke Wisma Pati Lumba-Lumba dan sejumlah anggota Brimob yang mengejar massa tersebut dilarang menangkapnya hingga ke dalam, akhirnya terjadi aksi pengrusakan pos jaga marinir hingga anggota Brimob melepaskan tembakan gas air mata ke arah marinir.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 26 September 2019  |  08:15 WIB
Polri Akui Ada Gesekan Brimob Dengan Marinir TNI AL Tadi Malam
Sejumlah pelajar melakukan aksi unjuk rasa menentang UU KPK hasil revisi dan RKUHP yang berujung ricuh di kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (25/9/2019). - ANTARA / Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Polri membenarkan sempat terjadi aksi gesekan antara anggota Brimob Polda Metro Jaya dengan marinir yang berjaga di Wisma Pati Lumba-Lumba TNI AL tadi malam pukul 21.35 WIB.

Gesekan itu terjadi lantaran massa aksi melarikan diri ke Wisma Pati Lumba-Lumba dan sejumlah anggota Brimob yang mengejar massa tersebut dilarang menangkapnya hingga ke dalam, akhirnya terjadi aksi pengrusakan pos jaga marinir hingga anggota Brimob melepaskan tembakan gas air mata ke arah marinir.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa komandan lapangan Brimob Polda Metro Jaya sudah berkoordinasi dengan pihak marinir TNI AL setelah gesekan itu terjadi tadi malam, agar tidak ada provokasi yang menimbulkan gesekan lebih besar antara TNI AL dan Brimob Polda Metro Jaya.

“Sudah ada komunikasi dengan para Komandan Lapangan untuk meredam kejadian itu,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (26/9/2019).

Menurut Dedi, Polri akan terus bersinergi dengan anggota TNI selama bertugas mengamankan aksi di lapangan agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara aparat tersebut. Dia mengaku khawatir jika Polri dan TNI tidak bersinergi, ada pihak tertentu yang akan memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingannya.

“Sinergi di lapangan akan terus dilakukan dan terus ditingkatkan untuk bersama-sama meredam rusuh massa,” katanya.

TNI POlri

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) meninjau lokasi kericuhan aksi massa di perempatan Slipi, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (ANTARA- Indrianto Eko Suwarso)

 

Pengunjuk rasa berlari menghindari gas air mata saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (ANTARA - Dhemas Reviyanto)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polisi, ruu kuhp

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top