Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Proyek SPAM: KPK Jerat Anggota BPK Rizal Djalil sebagai Tersangka

Dia diduga menerima suap terkait dengan pengembangan kasus proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2017-2018.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 25 September 2019  |  17:46 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) dalam pemaparan konferensi pers - Bisnis
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kanan) dalam pemaparan konferensi pers - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil sebagai tersangka dugaan suap.

Dia diduga menerima suap terkait dengan pengembangan kasus proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2017-2018.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan dalam perkembangan proses penyidikan dan mengamati fakta persidangan pada delapan orang yang sudah divonis bersalah, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain.

"KPK membuka penyidikan baru dan menetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Saut dalam konferensi pers, Rabu (25/9/2019).

Selain Rizal Djalil, KPK juga menetapkan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo selaku terduga pemberi suap.

Dalam pengembangan perkara ini, kata Saut, ditemukan dugaan aliran dana sebesar 100.000 dolar Singapura pada anggota BPK dari pihak swasta.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Sebagai pihak yang diduga penerima, Rizal Djalil disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun Leonardo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, delapan orang yang sudah divonis dan dijebloskan ke penjara adalah Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SPAM Strategis Lampung Anggiat Partunggul Nahat Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch. Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Kemudian, Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih selaku istri dari Budi Suharto. Lalu, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Iren Irma dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top