Anggota Brimob Tembakkan Water Canon dan Gas Air Mata di Jalan Asia Afrika

Anggota Brimob Polda Metro Jaya membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi di sepanjang Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 September 2019  |  19:55 WIB
Anggota Brimob Tembakkan Water Canon dan Gas Air Mata di Jalan Asia Afrika
Ilustrasi-Suasana di depan gedung DPR/MPR, Selasa (24/9). - Bisnis/Rayful Mudassir

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota Brimob Polda Metro Jaya membubarkan mahasiswa yang melakukan aksi di sepanjang Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan.

Tidak hanya menembakkan water canon, mereka menembakkan gas air mata ke arah mahasiswa dan warga pengguna jalan yang terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika.

Warga dan mahasiswa yang berada tidak jauh dari jalan itu langsung berhamburan mencari tempat yang aman agar dapat menghindar dari tembakan petugas.

Para anggota Brimob yang berjaga di pintu belakang Gedung DPR itu mengerahkan water canon untuk memukul mundur para mahasiswa.

Water canon yang berada di dalam Komplek DPR bergerak mendekati massa aksi yang belum membubarkan diri sejak siang tadi hingga saat ini di sekitar Jalan Asia Afrika, Senayan Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan Bisnis, sebelum water canon menembakkan air, gas air mata ditembakkan terlebih dahulu.

Massa aksi yang berkumpul di sekitar Hotel Mulia Senayan berlarian ke arah Hotel Fairmont Senayan, sebagian lagi melarikan diri ke arah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Sebelumnya diberitakan dua jam setelah bentrokan di Gedung DPR RI, polisi kembali menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Berdasarkan pantauan Bisnis, suara tembakan terdengar dari arah jembatan layang (fly over) dari arah Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan sejak pukul 18.30 WIB.

Mahasiswa yang sedang beristirahat di depan kantor TVRI dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga sontak kaget lantaran polisi menembakkan gas air mata dari depan Hotel Mulia ke arah kerumunan demonstran di jalan Asia Afrika.

Tembakan tersebut dimulai pukul 19.00 WIB. Suara tembakan gas air mata masih berlangsung hingga sekitar pukul 19.13 WIB.

"Ada tembakan lagi. Hati-hati! Perempuan masuk ayo masuk," ujar salah satu mahasiswa, Selasa (24/9/2019) petang.

Beberapa mahasiswa beranjak menuju sumber ledakan gas air mata. Namun, sebagian besar mahasiswa perempuan berbondong-bondong menuju ke Gedung Kemenpora dan TVRI.

Puluhan mahasiswa menderita luka-luka akibat terkena gas air mata dan lemparan batu. Gas air mata ditembakkan pasukan polisi di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

Mahasiswa yang terluka dan pingsan langsung diboyong menuju tempat yang aman. Dari lokasi Jalan Gatot Subroto, sebagian dari korban luka-luka dilarikan ke arah Jalan Asia Afrika, Jakarta Selatan.

Mereka lantas diarahkan ke dalam kompleks kantor TVRI yang terletak tak jauh dari gedung DPR RI.

Sesampainya di sana, mahasiswa yang terluka langsung dibawa ke lobby gedung utama TVRI. Mereka dibaringkan di lantai tak beralas. Wajah-wajah mahasiswa tersebut terlihat kelelahan dan kesakitan. Beberapa mahasiswa tidak sadarkan diri.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, tenaga medis datang memeriksa kesehatan para mahasiswa satu per satu. Mahasiswa yang terluka diberi air hangat dan makanan untuk menenangkan diri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, demo mahasiswa

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top