Soal Perjanjian Perdagangan dengan AS, Jepang Ingin Jaminan Tertulis

Pemerintah Jepang ingin mendapatkan jaminan tertulis dari Presiden AS Donald Trump terkait pengenaan tarif atas ekspor mobil.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 September 2019  |  15:14 WIB
Soal Perjanjian Perdagangan dengan AS, Jepang Ingin Jaminan Tertulis
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Jepang menginginkan jaminan tertulis dari AS agar tidak akan mengenakan tarif atas ekspor mobil Negeri Sakura ketika Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe bertemu untuk mencapai kesepakatan tentang barang pertanian dan perdagangan digital pada pekan depan.

Namun, berdasarkan sumber yang mengetahui persoalan ini, bentuk janji tersebut masih belum jelas, terutama karena Trump yang tidak dapat diprediksi perlu menandatanganinya.

Pada pekan ini, Trump mengatakan kepada Kongres AS bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai kesepakatan perdagangan mengenai tarif dan perdagangan digital. Namun, tidak memberikan kejelasan mengenai tarif, yang disebut sebagai bentuk keamanan nasional, terhadap kendaraan dan suku cadang mobil dari Jepang.

Menghindari ancaman tarif "Bagian 232" yang mencapai 25 persen oleh Trump adalah tujuan terbesar Jepang dalam pembicaraan dua arah ini.

Para pejabat Jepang menyampaikan Tokyo akan menurunkan tarif impor barang-barang pertanian AS seperti daging sapi dan babi menjadi setara dengan tarif dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) yang ditinggalkan oleh Trump segera setelah menjabat.

Jepang telah melobi agar AS tetap berada di TPP, yang dilihat oleh Abe dan Presiden Barack Obama sebagai strategi untuk menekan China agar mengikuti aturan global. Namun, Trump bersikeras bahwa dia akan mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dalam negosiasi bilateral.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi, yang berperan sebagai menteri ekonomi dalam pembicaraan dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan diperkirakan akan menemuinya menjelang KTT Abe-Trump, menyatakan ingin mengkonfirmasi kembali secara tertulis bahwa Trump tidak akan mengenakan tarif.

"[Kesepakatan] Itu belum tetap, tetapi kami membutuhkan jaminan yang jelas dan obyektif," kata sumber yang mengetahui sikap pemerintah Jepang, seperti dilansir Reuters, Jumat (20/9/2019).

Otomotif menyumbang sekitar dua pertiga dari surplus perdagangan Jepang dengan AS. Tarif impor akan memberikan pukulan berat bagi perekonomian Jepang yang bergantung pada perdagangan.

Sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan bahwa jaminan tersebut dapat datang dalam dokumen terpisah dari perjanjian baru dan mungkin sejalan dengan janji dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan September 2018, ketika kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, amerika serikat

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top