Korea Selatan Resmi Hapus Jepang dari Mitra Perdagangan Terpercaya

Korea Selatan resmi menghapus Jepang dari daftar putih (whitelist) mitra dagang paling tepercaya di tengah terpuruknya hubungan antara dua sekutu AS ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 September 2019  |  11:27 WIB
Korea Selatan Resmi Hapus Jepang dari Mitra Perdagangan Terpercaya
Warga Korea Selatan mengadakan unjuk rasa anti-Jepang di dekat kedutaan besar Jepang di Seoul, Korea Selatan, 3 Agustus 2019. - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Selatan resmi menghapus Jepang dari daftar putih (whitelist) mitra dagang paling tepercaya di tengah terpuruknya hubungan antara dua sekutu AS ini.

Kementerian perdagangan Korea Selatan pada Rabu (18/9) mengatakan penghapusan dari daftar ini menyebabkan sejumlah komoditas ekspor strategis ke Jepang akan mendapat pengawasan yang lebih besar daripada pengiriman ke 28 negara lain yang mendapat jalur cepat lainnya

Langkah ini dilakukan sebagai balasan setelah Jepang bulan lalu lebih dulu menghapus Korea Selatan dari daftar putih ekspor bahan baku strategis.

Korsel juga berencana untuk mengakhiri kesepakatan berbagi intelijen dengan Jepang dan telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) karena memberlakukan kontrol ekspor yang lebih ketat pada bahan-bahan baku utama untuk manufaktur teknologi.

Ketegangan perdagangan telah merusak prospek ekonomi Korsel karena beberapa perusahaan besar negara itu mengandalkan bahan baku dari Jepang untuk membuat produk seperti chip memori dan tampilan.

Ketegangan yang meningkat menjadi pertanda buruk bagi perlambatan ekonomi global yang telah terpuruk oleh perang perdagangan AS-China.

Ekspor Jepang ke Korea Selatan turun 9,4 persen pada Agustus dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara ekspor peralatan pembuatan chip turun hampir 40 persen.

Perselisihan ini sebagian besar berasal dari perbedaan persepsi mengenai apakah Jepang telah menunjukkan penyesalan yang cukup setelah masa pendudukan tahun 1910-194545 di Semenanjung Korea.

Tahun lalu, Mahkamah Agung Korea Selatan memutuskan mendukung individu yang mencari kompensasi dari perusahaan Jepang atas kerja paksa selama era kolonial. Jepang mengatakan keputusan itu melanggar perjanjian 1965 antara kedua pemerintah.

Dalam pernyataan itu, kementerian perdagangan Korsel mengatakan revisi tersebut adalah untuk meningkatkan kontrol negara atas ekspor bahan strategis, dan bukan pembalasan terhadap Jepang. Dikatakan Korsel telah memberitahu Jepang terhadap perubahan tersebut dan menjelaskan latar belakang revisi.

Isshu Sugawara, menteri perdagangan Jepang, mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan penyesalan bahwa Korea Selatan mengambil tindakan tanpa memberikan penjelasan yang tepat.

"Kementerian Perdagangan akan terus mendesak otoritas perdagangan Korea Selatan untuk memenuhi tanggung jawab mereka untuk menjelaskan hal ini kepada masyarakat internasional," katanya, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, korea selatan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top