Kasus Papua : BIN Berperan Pertemukan Jokowi dan Tokoh Papua

Keberhasilan mempertemukan 61 tokoh Papua dengan Presiden dianggap sebagai prestasi intelijen Indonesia.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 17 September 2019  |  15:02 WIB
Kasus Papua : BIN Berperan Pertemukan Jokowi dan Tokoh Papua
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima map berisi saran dari perwakilan tokoh Papua Abisai Rollo (kiri) dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Pertemuan tersebut membahas isu-isu terkini di Papua. - Antara

Bisnis.com,JAKARTA- Keberhasilan mempertemukan 61 tokoh Papua dengan Presiden dianggap sebagai prestasi intelijen Indonesia.

Pengamat politik Ireng Maulana mengapresiasi keberhasilan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Budi Gunawan (BG)yang berhasil mempertemukan 61 tokoh Papua dengan presiden beberapa waktu lalu. BG pun turut hadir dalam pertemuan tersebut.

"Kita yakini daftar permintaan ini muncul sudah terlebih dahulu melalui perhitungan resiko dan skala ancaman yang berasal dari dari analisis intelijen," ujarnya, Selasa (17/6/2019).

Dia menyebut biro intelijen melakukan sebuah proses yang berbeda karena kehadiran Kepala BIN dalam pertemuan tersebut. Biasanya biro intelijen hanya memainkan peran sebagai fasilitator dan tidal mendampingi Presiden dalam kegiatan seperti ini .

"Kehadiran langsung Kepala BIN dalam pertemuan ini dapat pula diartikan sebagai bantahan kecemasan banyak pihak bahwa pendekatan penyelesaian kerusuhan yang terindikasi ditunggangi kelompok separatis ingin diselesaikan melalui jalan konsolidasi," tambahnya.

Ireng mengatakan , kehadiran Budi Gunawan bukan hanya sebagai jembatan penghubung melainkan mengkonfirmasi beberapa hal antara lain, pertama keputusan presiden sebagai respon dari permintaan 61 tokoh Papua adalah keputusan yang didasari dari produk analisis intelijen yang memberikan wawasan memadai dalam pengambilan keputusan.

Kedua, lanjutnya, produksi informasi intelijen memberikan kepastian dalam pertimbangan dan rekomendasi kepada presiden untuk membuat keputusan yang selalu bertujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintah.

Terakhir, menegasikan bahwa hubungan antara intelijen dan pembuatan keputusan adalah kunci dalam konteks kemampuan mengamankan kepentingan negara.

"Karena intelijen harus bersifat akurat untuk memelihara pembuatan keputusan yang valid," paparnya.

Maka dari itu, lanjut Ireng, kehadiran Kepala BIN secara terang-terangan dalam pertemuan ini sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif, serta layak mendapatkan apresiasi karena telah memperlihatkan wajah organisasi telik sandi ke muka publik dengan tindakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tindakan yang relevan untuk mem-back up pemimpin negara dalam memformulasikan kebijakan yang menyangkut kepentingan negara sehingga kepastian keputusan dapat dilindungi," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, bin

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top