Legislator PKS Desak Jokowi Gerak Cepat Atasi Kabut Asap

Politisi Senayan asal Partai Keadilan Sejahtera meminta Presiden Joko Widodo segera turun tangan mengatasi kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 14 September 2019  |  01:19 WIB
Legislator PKS Desak Jokowi Gerak Cepat Atasi Kabut Asap
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin berdampak buruk pada kualitas udara dan jarak pandang di Pekanbaru, Provinsi Riau. Pada Selasa (10/9/2019) pagi, sejumlah bangunan seperti Stadion Utama Pekanbaru di Jalan Naga Sakti Kecamatan Tampan, dan juga flyover di Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Soebrantas, seolah 'hilang' akibat ditelan kabut asap. JIBI/Bisnis - Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Senayan asal Partai Keadilan Sejahtera meminta Presiden Joko Widodo segera turun tangan mengatasi kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kami meminta Presiden Jokowi untuk gerak cepat dalam menangani bencana kabut asap yang terjadi. Kondisi saat ini sudah pada level berbahaya bagi masyarakat yang terdampak," kata Anggota DPR Fraksi PKS Chairul Anwar dalam keterangan resmi, Jumat (13/9/2019).

Chairul berharap Jokowi mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki pemerintah untuk memberikan bantuan konkret kepada rakyat yang terdampak bencana kabut asap. Segmen prioritas, tambah dia, adalah masyarakat rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

"Jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi,” kata legislator asal Daerah Pemilihan Riau I ini.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada (12/8/2019), titik panas terbanyak berada di Provinsi Kalimantan Barat dengan 605 titik, disusul Kalimantan Tengah 163 titik, Riau 29 titik. Selanjutnya, Kalimatan Utara 23 titik, Kalimantan Timur 20 titik, Sumatera Selatan 19 titik, Bangka Belitung 14 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, dan Jambi 3 titik.

Chairul mengingatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi permasalahan yang belum tuntas sampai saat ini sehingga perlu penyelesaian secara menyeluruh. Salah satu strateginya adalah dengan melakukan penegakan hukum kepada perusahaan yang melanggar.

Jika dibiarkan, Chairul meyakini karhutla akan berdampak terhadap semua bidang kehidupan dan merugikan daerah. Mau tak mau, tambah dia, seluruh pihak dari pusat hingga daerah turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabut Asap

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top