Komisioner KPK Terpilih, Pesan Fahri: Jangan Sok Suci

“Bergaullah secara fleksibel. Jangan sok suci mentang-mentang bisa nyadap dan mengetahui dosa-dosa tersembunyi. Hentikan kegiatan bawah tanah itu! Itu dosa besar. Hadapilah bangsamu dengan senyum. Percayalah manusia sama saja. (yang bersifat) Iblis sedikit, (yang bersifat) malaikat sedikit. Manusia yang banyak,” katanya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 September 2019  |  10:50 WIB
Komisioner KPK Terpilih, Pesan Fahri: Jangan Sok Suci
Fahri Hamzah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan pesan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru terpilih dan pegawai KPK bahwa kerja besar pemberantasan korupsi telah menunggu. Ia juga minta mereka tidak sok suci.

“Selamat kepada Pimpinan KPK yang baru. Kerja besar menunggu. Kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi, kembali pada konstitusi dan hukum. Hentikan segala kegiatan politik dan penggalangan intelijen. Bekerjalah sistematis dengan penguatan koordinasi, Supervisi dan Monitoring. Sukses,” kata Fahri Hamzah melalui akun twitternya, #ArahBaru2019@Fahrihamzah, pada Jumat (13/9/2019) pagi.

Fahri Hamzah mengatakan hal itu menyikapi terpilihnya lima orang pimpinan KPK periode 2019-2023, setelah sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, pada 11-12 September 2019.

Melalui cuitan di akun twitternya, Fahri Hamzah juga menyampaikan usulan kepada pimpinan KPK yang sekarang segera demisioner.

“Pegawai KPK harus kembali bekerja profesional. Hentikan demonstrasi. Renungkan kembali makna bekerja untuk negara. Kalian bukan LSM. Konsepnya beda. Tapi yang mau kembali LSM silahkan mengundurkan diri hari ini juga,” katanya.

Menurut Fahri pada akun Twitternya, sebagai lembaga independen, KPK harus dibersihkan dari kerja politik. Menurutnya, politik hukum KPK adalah politik hukum negara yang diamanahkan konstitusi sebagai “negara hukum yang demokratis.”

Ia menambahkan bahwa negara harus kembali normal, UU darurat tidak boleh diberi ruang kembali. Menueurnya, sekarang ini masa bersatu, sehingga yang diperlukan adalah konsolidasi kekuatan untuk membangun negara yang damai dan tenang. Apabila ada perbedaan pendapat antar-lembaga maka selesaikan dengan koordinasi, bukan lewat demonstrasi.

“Semua kedaruratan yang dibuat sepihak oleh negara biasanya bikin ribut sendiri. Sebab ada aliran uang untuk bikin keributan. Sudahlah, negara harus terkonsolidasi. Hormati kerja masing-masing jangan menebar perasaan tidak tenang sehingga negara lamban dan tidak berani ambil keputusan,” katanya pada akun Twitternya.

Menurutnya, menghadapi tantangan besar ke depan, KPK dengan fungsi supernya yang tidak hilang harus mengutamakan kerja konsolidasi, supervisi, dan monitoring. “Jangan percaya bahwa korupsi di Indonesia tidak bisa dihentikan. Itu bohong dan omong kosong. Tertibkan itu!” katanya.

Fahri dalam cuitannya juga menyebut, komisioner KPK itu adalah “wakil presiden ke-2”. “Ini kesimpulan saya. Kuat sekali mereka. Aksesnya ke semua lembaga. Maka, duduklah bersama, semua lembaga; eksekutif, legislatif, yudikatif. Bikinlah Sistem Integritas Nasional yang kuat. Semua orang ingin jadi orang baik.”

“Bergaullah secara fleksibel. Jangan sok suci mentang-mentang bisa nyadap dan mengetahui dosa-dosa tersembunyi. Hentikan kegiatan bawah tanah itu! Itu dosa besar. Hadapilah bangsamu dengan senyum. Percayalah manusia sama saja. (yang bersifat) Iblis sedikit, (yang bersifat) malaikat sedikit. Manusia yang banyak,” katanya.

“Inilah pesanku kepada pimpinan KPK yang baru dan kepada pegawai KPK. Pegawai KPK berbanggalah kalian bekerja di tempat itu. Selamat bekerja KPK, semoga Allah melindungi kalian dan semoga Allah menjayakan bangsa INDONESIA. Mari maju ke depan. Hadapi tantangan zaman. Merdeka!”

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK

Sumber : Antara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top