Polda Papua Sita Panah dan Berbagai Senjata Tajam dari Rusun Musa Hesage Jayapura

Polda Papua menggeledah rumah susun Musa Hesage Distrik Seram, Jayapura, Papua untuk mencari para pelaku kerusuhan dan narapidana yang melarikan diri Lapas Abepura beberapa waktu lalu.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 September 2019  |  17:25 WIB
Polda Papua Sita Panah dan Berbagai Senjata Tajam dari Rusun Musa Hesage Jayapura
Senjata yang disita dari Rusun Musa Hesage di Jayapura - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-Polda Papua menggeledah rumah susun Musa Hesage Distrik Seram, Jayapura, Papua untuk mencari para pelaku kerusuhan dan narapidana yang melarikan diri Lapas Abepura beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengungkapkan penggeledahan dilakukan tim penyidik Polda Papua pada Senin (9/9/2019).

Menurut Dedi, para pelaku kerusuhan yang sudah menjadi target penangkapan dan berstatus DPO tidak ada di lokasi, hanya ada sejumlah senjata tajam yang diamankan dari lokasi tersebut.

Adapun barang bukti senjata tajam yang disita di antaranya adalah samurai, parang, sabit, badik, kapak, tombak, busur, panah, parang, ketapel. Selain itu, ditemukan baju dan celana TNI, bendera Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta berbagai aksesoris lain bercorak bendera Bintang Kejora.

"Penggeledahan dilakukan Polda Papua, karena adanya informasi rusun tersebut kerap menjadi tempat berkumpul para pencuri sepeda motor dan rusun tersebut juga dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai mahasiswa hingga masyarakat umum dan komunitas penduduk masyarakat dari Pegunungan Tengah," tutur Dedi, Selasa (10/9/2019).

Menurut Dedi, selain rumah susun Musa Hesage, tim penyidik juga telah menggeledah rumah susun mahasiswa Universitas Cenderawasih, Waena, Jayapura. Ada 18 orang yang diamankan dalam penggeledahan ini.

"Semua yang diamankan masih diperiksa secara intensif," kata Dedi.

Dedi mengatakan TNI dan Polri tidak akan berhenti mengawasi rumah susun dan pemukiman warga yang menjadi tempat persembunyian para pelaku kejahatan.

"Karena yang bermukim selain dari mahasiswa itu ada juga kelompok pelaku kejahatan dan aktivis separatis, sehingga perlu diawasi," ujar Dedi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, papua

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top