UNS Launching Program Studi Pengelolaan Hutan

Kehadiran Prodi Pengelolaan Hutan dapat memberikan pendidikan ecotourism kepada masyarakat yang ada di kawasan perhutanan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai respon atas perkembangan teknologi informasi dalam perkembangan revolusi industri 4.0.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 06 September 2019  |  16:47 WIB
UNS Launching Program Studi Pengelolaan Hutan
Peluncuran Prodi Pengelolaan Hutan FP UNS secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho, Sri Puryono, serta Bambang Supriyanto. - Humas UNS

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meluncurkan Program Studi (Prodi) Pengelolaan Hutan.

Dekan FP UNS, Samanhudi dalam sambutannya mengatakan bahwa Prodi Pengelolaan Hutan UNS merupakan permintaan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Prodi pengelolaan hutan lahir secara khusus atas permintaan Ibu Menteri LHK pada saat penyerahan lahan hutan Bromo seluas 125 hektare di Kabupaten Karanganyar kepada UNS sebagai kawasan hutan daerah tujuan khusus dan sebagai hutan pendidikan serta pelatihan," ujar Samanhudi dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Jumat (6/9/2019).

Pendirian Prodi Pengelolaan Hutan FP UNS secara resmi tertuang dalam Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 1131/KPT/I/2018 tertanggal 18 Desember 2018 lalu.

Rektor UNS Jamal Wiwoho berharap dengan hadirnya Prodi Pengelolaan Hutan ini, UNS sebagai institusi pendidikan mampu melihat permasalahan kehutanan di Indonesia dengan perspektif yang berbeda.

Pemecahan masalah pengelolaan kehutanan, menurut Jamal sangat penting karena dalam perkembangan teknologi informasi yang pesat ini pengelolaan hutan tidak dapat dilepaskan dari peran serta masyarakat.

"Pengelolaan hutan tidak dapat dilepaskan dari inovasi perubahan pola pikir masyarakat," tutur Jamal.

Dia berharap agar kehadiran Prodi Pengelolaan Hutan dapat memberikan pendidikan ecotourism kepada masyarakat yang ada di kawasan perhutanan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai respon atas perkembangan teknologi informasi dalam perkembangan revolusi industri 4.0

Pada seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2019, kuota 50 kursi yang ditawarkan pada Prodi Pengelolaan Hutan, sudah terisi 45 mahasiswa.

Capaian tersebut tentu dapat dikatakan menggembirakan untuk sebuah Prodi baru. Sebab, ketertarikan calon mahasiswa baru pada Prodi Pengelolaan Hutan diharapkan dapat mencetak lulusan-lulusan yang berkompeten di bidang pengelolaan hutan, khususnya bidang perhutanan sosial.

Dalam acara peluncuran yang digelar di Aula Fakultas Pertanian (FP) UNS, dihadiri Rektor UNS Jamal Wiwoho bersama Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Bambang Supriyanto, Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono Karto Soedarmo, serta Komisaris Bank Mandiri sekaligus mantan Jaksa Agung Muda, Widyo Pramono.

Peluncuran Prodi Pengelolaan Hutan FP UNS secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Rektor UNS Jamal Wiwoho, Sri Puryono, serta Bambang Supriyanto.

Usai peluncuran Prodi Pengelolaan Hutan secara simbolis oleh Rektor UNS, acara kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum dengan tajuk "Masa Depan Kehutanan Indonesia".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kehutanan, uns

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top