Partai Buruh Inggris Tolak Keras No-Deal Brexit

Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang merupakan oposisi pemerintah Inggris, akan mengambil langkah apapun untuk menggagalkan no-deal Brexit saat Parlemen kembali dibuka pada Selasa (3/9/2019).
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 September 2019  |  19:45 WIB
Partai Buruh Inggris Tolak Keras No-Deal Brexit
Ilustrasi brexit - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang merupakan oposisi pemerintah Inggris, akan mengambil langkah apapun untuk menggagalkan no-deal Brexit saat Parlemen kembali dibuka pada Selasa (3/9/2019).

Para anggota parlemen yang menentang kemungkinan Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan transisi (no-deal) sedang menyusun rencana untuk mencoba membuat undang-undang yang akan memaksa Perdana Menteri Boris Johnson menghapus opsi tersebut.

Johnson mengatakan upayanya untuk mencapai kesepakatan Brexit baru dengan Uni Eropa akan terhambat oleh segala upaya di Westminster yang berusaha memblokir no-deal Brexit.

Perdana menteri telah membatasi fleksibilitas anggota parlemen dengan menutup parlemen selama sekitar sebulan sebelum tenggat waktu Brexit pada 31 Oktober. 

Menurut menteri senior Michael Gove pada akhir pekan lalu, meskipun anggota parlemen mengesahkan undang-undang untuk mengeliminasi opsi no-deal, dia tidak yakin pemerintah akan menuruti permintaan tersebut.

Dikutip melalui narasi pidato yang akan disampaikan Corbyn, dia menegaskan bahwa langkah Johnson menutup parlemen adalah sebuah serangan terhadap demokrasi yang patut dilawan.

"Kabinet bayangan akan bertemu untuk menyelesaikan misi menghentikan kemungkinan no-deal Brexit saat Parlemen dibuka pada Selasa.  Kami bekerja dengan pihak lain untuk melakukan segala yang diperlukan untuk mengangkat negara kami kembali dari keruntuhan," katanya merujuk pada pertemuan tokoh-tokoh senior Partai Buruh, seperti dikutip melalui Reuters, Senin (2/9/2019).

Johnson mengatakan kepada Sunday Times bahwa pilihan bagi anggota parlemen adalah memihak dengan Corbyn, yang ingin menggagalkan keruntuhan Inggris, atau ikut dengan mereka yang ingin melanjutkan no-deal Brexit.

Corbyn, bagaimanapun, akan mengatakan pertempuran untuk menghentikan no-deal Brexit bukanlah perjuangan antara mereka yang ingin meninggalkan Uni Eropa dan mereka yang ingin tinggal.

"Ini adalah pertempuran banyak orang melawan segelintir orang yang membajak hasil referendum untuk menggeser lebih banyak kekuatan dan kekayaan ke arah mereka yang berada di puncak," katanya.

Partai Buruh menyatakan bahwa ancaman dari no-deal Brexit akan menambah kerugian bagi industri selama pemerintahan Konservatif memimpin pada sembilan tahun terakhir.

Di sisi lain, pemerintah menuding bahwa Corbyn hanya akan memberikan ketidakpastian yang lebih parah.

Mantan menteri Rory Stewart mengatakan bahwa kemungkinan akan ada sekitar selusin anggota parlemen dari Partai Konservatif yang akan mendukung inisiatif Partai Buruh.

Johnson diagendakan untuk bertemu dengan beberapa pemberontak dari Konservatif guna untuk membahas upayanya dalam mengamankan kesepakatan Brexit.

Mantan menteri lainnya, David Gauke, yang termasuk dalam beberapa anggota Konservatif yang memberontak mengatakan bahwa dia siap untuk melanggar disiplin partainya untuk mencegah no-deal Brexit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top