Pembunuhan Ayah dan Anak Dipicu Persoalan Utang Rp10 Miliar

Kasus pembunuhan ayah dan anak di Lebak Bulus Jakarta Selatan masih terus didalami. Polisi menyebut pembunuhan yang dilakukan tersangka AK akibat dirinya terlilit utang dan ingin menjadi ahli waris.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 September 2019  |  18:00 WIB
Pembunuhan Ayah dan Anak Dipicu Persoalan Utang Rp10 Miliar
Minibus Toyota Cayla nopol B 2983 SZH yang hangus terbakar di Kampung Bondol, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang didalamnya terdapat dua jasad pria dalam kondisi terikat dan sudah hangus. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus pembunuhan ayah dan anak di Lebak Bulus Jakarta Selatan masih terus didalami. Polisi menyebut pembunuhan yang dilakukan tersangka AK akibat dirinya terlilit utang dan ingin menjadi ahli waris.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan AK kewalahan membayar pinjaman bank dengan total mencapai Rp10 miliar. Nilai tersebut berasal dari dua bank berbeda.

Untuk menjaminkan pinjaman tersebut, AK mengagunkan dua sertifikat rumah di Lebak Bulus. Satu rumah yang ditempatinya, sisanya merupakan bangunan di samping rumah AK dan korban.

"Diagunkan ke bank senilai Rp14 miliar. Selama bunga berjalan dia kepayahan membayar karena suaminya [korban pembunuhan AK] tidak mengizinkan rumah mereka dijual," katanya di Polda Metro Jaya, Senin (2/9/2019).

Adapun utang AK tersebut terpisah di dua bank, yaitu senilai Rp2,5 miliar dan Rp7,5 miliar di masing-masing bank. Polisi tidak menyebut bank mana yang dijadikan AK sebagai tempat mengajukan kredit. Namun diperkirakan AK harus membayar bunga setidaknya Rp200 juta tiap bulan.

AK tega membunuh anak tirinya DN dan suaminya sendiri ED setelah sang suami enggan mengizinkan AK menjual rumah tersebut. Meski mengetahui AK terlilit utang, namun ED tidak membiarkan rumah mereka dijual untuk menutupi pinjaman bank.

Kombes Suyudi menerangkan sejatinya uang tersebut ingin digunakan untuk membangun restauran. Selain itu, AK juga memiliki bisnis tersendiri di kawasan ITC. Akan tetapi bisnis tersebut tidak mampu menutupi tunggakan dari pinjaman tersebut.

AK membunuh suami dan anak tirinya tersebut dengan cara diberi obat tidur, dibekap hingga tewas dan dibakar. Untuk melancarkan aksinya, dia meminta bantuan dua orang dari Lampung dan keponakannya berinisial KV untuk membantu eksekusi tersebut.

Menurut Direskrimum, rencana ini telah disusun sejak Juli 2019. Tersangka memulai upaya pembunuhan dengan berbagai cara, dari memakai jasa santet, membeli senjata namun batal karena keterbatasan uang hingga akhirnya dibunuh pada Jumat (23/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top