Kampanye Negatif, BPOM Tegaskan Minyak Kelapa Sawit Aman

BPOM menegaskan minyak sakit aman digunakan untuk berbagai produk. Pernyataan ini dikeluarkan selah muncul kampanye negatif dan keluarnya label palm oil free atau bebas kelapa sawit di sejumlah produk.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  18:13 WIB
Kampanye Negatif, BPOM Tegaskan Minyak Kelapa Sawit Aman
Pekerja membongkar muatan kelapa sawit dari truk. - Reuters/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan minyak sakit aman digunakan untuk berbagai produk. Pernyataan ini dikeluarkan selah muncul kampanye negatif dan keluarnya label palm oil free atau bebas kelapa sawit di sejumlah produk.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengemukakan kelapa sawit merupakan industri strategis nasional di Indonesia, baik dalam bentuk minyak mentah crude palm oil maupun produk turunannya yang diperuntukkan industri kimia dan industri pangan lainnya.

Dia mengatakan minyak sawit telah ditetapkan menjadi salah satu bahan pokok sebagai pembawa fortifikan, dalam hal ini vitamin A yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah kurang gizi di tingkat nasional.

Namun, beberapa tahun ke belakang, mulai muncul kampanye negatif terhadap kepala sawit Indonesia, termasuk maraknya pencantuman palm oil free pada label produk makanan.

“Perlu upaya bersama untuk menangani masalah ini. Perlu dilakukan tindak lanjut berupa sosialisasi, penyebaran informasi dan edukasi secara masif, ekstensif, dan bersama-sama lintas sektor terkait. Tak hanya kepada pelaku usaha, tetapi juga kepada masyarakat luas,” katanya melalui rilis yang dikutip Sabtu (24/8/2019).

“Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan penggunaan label “Palm Oil Free” yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia,” ujar Penny.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Derom Bangun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada BPOM atas pandangan badan tersebut.

“Ini sangat penting untuk industri Indonesia. Saya meminta agar hal ini disampaikan dan disebarluaskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman terkait dengan pencantuman label Palm Oil Free. Ke depannya jika ditemukan label-label tersebut bisa dilaporkan kepada BPOM ataupun kementerian terkait,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak sawit, bpom

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top