Tokoh Papua Minta Oknum Aparat Pelaku Rasisme di Surabaya Diusut Tuntas

Masyarakat Papua di Jakarta menuntut agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus rasisme yang dilakukan oknum aparat keamanan di asrama mahasiswa Papua Surabaya belum lama ini.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  18:45 WIB
Tokoh Papua Minta Oknum Aparat Pelaku Rasisme di Surabaya Diusut Tuntas
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa, Pelajar dan Masyarakat Papua (IMMAPA) Bali mengikuti aksi damai di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Kamis (22/8/2019). Dalam aksi tersebut, mereka menolak dan mengutuk keras serta meminta aparat menangkap pelaku aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di sejumlah daerah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Papua di Jakarta menuntut agar aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus rasisme yang dilakukan oknum aparat keamanan di asrama mahasiswa Papua Surabaya belum lama ini.

Pengungkapan dan penangkapan oknum aparat keamanan itu dinilai mesti segera dilakukan. Pasalnya, penanganan kejadian itu akan meredakan ketegangan yang menjalar di Papua dan Papua Barat.

"Menuntut diusut tuntas adanya kasus ini [di Surabaya] dan kita melihat bahwa begitu cepat dan prosesnya berjalan dan kami berharap pelaku rasis yang oknum TNI ini, sehingga dapat meredam segala bentuk kekerasan rasisme di bangsa ini," kata Baharudin Fara Wowan Tokoh Papua. di Polda Metro Jaya, Jumat (23/8/2019).

Pihaknya berharap kejadian rasisme tidak lagi terjadi untuk masyarakat Papua. Karena menurutnya jika seluruh masyarakat Tanah Air mengaku satu Bangsa, maka tidak ada lagi sekat-sekat yang menghalagi persatuan dan kesatuan.

Namun jika masih ada perbedaan di masyarakat, dia menyebut orang Papua dan Papua Barat akan merasa berbeda pula karena karakteristik rambut dan kulit yang berbeda dibandingkan dengan masyarakat Indonesia kebanyakan.

"Harkat martabat kami dipertaruhkan sebagai sebuah bangsa. kami terutama anak-anak sangat terlukai perasaan maupun hal-hal seperti itu," ujarnya.

Di sisi lain, Baharudin juga meminta masyarakat Papua tidak terus menerus memperpanjang kasus tersebut hingga berlarut-larut. Diingatkan Baharudin beberapa langkah pemerintah terkait pembangunan di wilayah pinggiran juga akan terganggu akibat aksi protes di Papua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua, rasisme

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top