Polisi Bongkar Pabrik Sabu Rumahan Berbahan Obat Sesak Napas

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan ​​​bahwa salah satu pabrik narkoba rumahan yang berhasil dibongkar jajarannya menggunakan obat sesak napas sebagai bahan pembuatan sabu berkualitas tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  08:42 WIB
Polisi Bongkar Pabrik Sabu Rumahan Berbahan Obat Sesak Napas
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan bahwa salah satu pabrik narkoba rumahan yang berhasil dibongkar jajarannya menggunakan obat sesak napas sebagai bahan pembuatan sabu berkualitas tinggi.

"Ada satu pabrik yang bisa memproduksi sabu dengan kualitas lebih tinggi dari impor tapi dengan bahan lokal, dari bahan-bahan obat sesak napas yang bisa dibuat sabu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Hengki mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Narkoba Mabes Polri, sabu berbahan dasar obat sesak napas tersebut punya kualitas yang lebih tinggi dari sabu impor dan sangat berbahaya.

Selain itu, Hengki juga mengungkapkan jajarannya berhasil menggerebek pabrik ekstasi di Cibinong yang memproduksi barang haram tersebut dengan bahan-bahan yang sangat berbahaya dan diedarkan di Jakarta Barat..

Kemudian, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat juga membongkar pabrik narkoba di Kampung Ambon dan Kalideres.

"Mereka bisa memproduksi sampai dengan 15 kilogram per bulan. Oleh karena itu kita akan gencarkan kerja sama dengan masyarakat, stakeholder, dalam memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana," ujarnya.

Dijelaskan Hengki, pada tahun 2019 saja, jajaran Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap 186 kilogram sabu.

Prestasi tersebut diraih karena jumlah tim khusus yang ada di Polres Metro Jakarta Barat lebih banyak dari polres lainnya.

"Untuk tahun 2019 kita mengungkap 186 kilogram sabu dan kami berbeda dengan polres yang lain. Kami bentuk tim khusus yang lebih banyak," ujarnya.

Hengki juga mengatakan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, dan akan bekerja sama dengan Bea Cukai, BNN, dan Kejaksaan.

"Artinya kita mengungkap kasus ini dengan tidak melanggar hukum formil, kita ungkap di luar Jakarta Barat sebelum mereka masuk," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
narkoba, obat

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top