Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lokasi Ibu Kota Baru Jangan Dijadikan Kontes

Lokasi pemindahan ibu kota baru diharapkan tidak menjadi kompetisi sejumlah provinsi di Kalimantan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  20:56 WIB
Lokasi Ibu Kota Baru Jangan Dijadikan Kontes
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memegang peta Pulau Kalimantan di sela-sela wawancara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019). - Antara/Wahyu Putro
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN—Titik lokasi pemindahan ibu kota baru diharapkan tidak menjadi kompetisi bagi sejumlah provinsi di Kalimantan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemindahan, ibu kota baru ke Kalimantan diharapkan mampu memiliki visi ibu kota sebagai simbol identitas bangsa, memiliki konsep smart, green, beautiful, dan sustainable, modern dan berstandar internasional, serta memiliki tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

“Ketika lokasi ditentukan, ini bukan kontes, siapa pun yang dapat kebagian tempat, tidak boleh mengatakan saya pemenangnya dan yang lain kalah. Yang menang adalah Kalimantan, karena dari awal Bapak Presiden menetapkan Kalimantan,”katanya Selasa (20/8/2019).

Bambang menjelaskan lokasi yang belum ditetapkan karena pihaknya masih melihat kondisi daerahnya. Pemerintah ingin membangun ibu kota yang ideal dan menjadi standar pembangunan kota di Indonesia.

Menurut Bambang, kajian kelayakan terhadap beberapa wilayah yang saat ini menjadi kandidat lokasi ibu kota negara yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Bambang memastikan pembangunan lokasi ibu kota negara tidak akan menggunakan lahan di hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sebagai kawasan hutan lindung.

“Kita ini tidak akan mengurangi hutan lindung yang kita miliki bagaimanapun Kalimantan itu paru-paru dunia, semua akan melihat kalau kita mengganggu hutan lindung jadi hutan lindung tetap kita jaga. Bahkan Bukit Soeharto kalau bisa kita kembalikan lagi direvitalisasi kepada kondisi awalnya,”ujarnya Selasa (20/8/2019).

Menurut Bambang, pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan meningkatkan GDP nasional dengan tambahan 0,1-02 persen.

Selain itu juga, menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan, memberikan efek pengganda perekonomian sekitar, mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah karena adanya perdagangan antar wilayah, investasi, dan diversifikasi ekonomi, serta meningkatkan output sektor non-tradisional terutama sektor jasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top