Cak Imin Diprediksi Mulus Pimpin PKB, Jabatan Sekjen Jadi Rebutan?

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak memiliki pesaing dalam bursa pemilihan ketua umum. Dengan demikian, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut dapat terpilih secara aklamasi.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 19 Agustus 2019  |  17:51 WIB
Cak Imin Diprediksi Mulus Pimpin PKB, Jabatan Sekjen Jadi Rebutan?
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. - ANTARA/Galih Pradipta

Kabar24.com, JAKARTA — Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut-sebut akan menjadi ajang formalitas pengukuhan kembali Muhaimin Iskandar sebagai orang nomor satu di partai politik tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengklaim Muhaimin alias Cak Imin tidak memiliki pesaing dalam bursa pemilihan ketua umum. Dengan demikian, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat tersebut dapat terpilih secara aklamasi.

“Iya aklamasi. Kalau formatur [apakah tunggal atau tidak] belum tahu,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (19/8/2019).

Formatur akan menentukan kepengurusan DPP PKB pada periode 2019-2024, termasuk posisi sekretaris jenderal yang tengah diduduki oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Meski demikian, menurut Daniel, sampai saat ini belum terkuak sosok orang nomor dua setelah ketua umum tersebut.

“Kalau calon sekretaris jenderal belum muncul,” ujar Daniel.

Serupa dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PKB akan menggelar forum tertingginya di Bali. Bertempat di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Muktamar V PKB berlangsung dari 20-22 Agustus 2019.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka Muktamar PKB. Selain itu, kata Daniel, para ketua umum partai politik diharapkan pula datang ke Bali, termasuk Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Semua diundang.”

Tak hanya ajang konsolidasi politik, PKB juga menjadikan Muktamar V sebagai ajang untuk mendekatkan diri dengan Nahdlatul Ulama (NU). Dikutip dari situs resminya, sekitar 1.000 kiai dan ulama pondok pesantren akan menghadiri Musyawarah Nasional Alim Ulama yang menjadi rangkaian Muktamar V PKB.

“Munas Alim Ulama ini akan membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik, demokrasi, budaya, hingga keagamaan,” kata Koordinator Munas Alim Ulama K.H. Syaifullah Ma’shum.

Munas Alim Ulama akan dihadiri a.l. oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) K.H. Said Aqil Siradj, cendekiawan Nadirsyah Hosen, dan Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah.

“Pada forum Munas Alim Ulama tersebut para kiai juga akan berdiskusi membahas revitalisasi model dakwah Wali Songo di era sekarang,” ujarnya.

Menurut Syaifullah, forum Munas Alim Ulama diagendakan melahirkan rekomendasi kepada pemerintah untuk terus memperkuat basis Islam yang moderat dan seruan keagamaan alim ulama yang akan disebut dengan Watsiqah (Piagam) Bali. Melalui forum tersebut akan muncul rekomendasi menciptakan kehidupan bermasyarakat yang bebas dari terorisme, radikalisme, dan intoleransi.

Selain itu, tambah dia, para ulama juga akan menggelar syukuran atas terpilihnya pasangan Joko Widodo-Ma`ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Sebelum berkontes dalam Pilpres 2019, Ma’ruf adalah Rais Aam PBNU

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pkb, muhaimin iskandar, Cak Imin

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top