AALI Siaga Karhutla di Daerah Rawan Konsesi Perusahaan

Langkah pencegahan dilakukan dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rawan terhadap kebakaran di sekitar konsesi perusahaan
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  00:09 WIB
AALI Siaga Karhutla di Daerah Rawan Konsesi Perusahaan
Personel pemadam kebakaran yang tengah mencegah kebakaran.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) bersiaga mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan seiring musim kemarau dan perubahan cuaca ekstrem dengan cara menyiagakan 1.036 personel kebakaran.

Fire Protection Manager AALI Ahmad Wahyudi mengatakan pihaknya aktif melakukan pencegahan dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang rawan terhadap kebakaran di sekitar konsesi perusahaan.

“Kami menerapkan sistem peringatan dini melalui pantauan hotspot yang diakses melalui situs Sipongi dan LAPAN untuk kemudian disebarluaskan agar masyarakat waspada dan siaga,” kata Ahmad Wahyudi dalam siaran resmi, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya perseroan telah berinvestasi untuk peralatan pemadaman, pelatihan pencegahan kebakaran dan mengedukasi masyarakat untuk mengelola hutan tanpa membakar.

“Kami melatih masyarakat di sekitar kawasan konsensi untuk mengetahui cara-cara pencegahan kebakaran sekaligus mengkampanyekan kebijakan Pembukaan Dan Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar (no burn policy) sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2018," katanya.

Sampai dengan saat ini dia mengklaim perseroan telah memberikan pelatihan dan pembinaan bagi 70 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain itu, lebih dari 17.000 karyawan internal perusahaan disiagakan dan diberikan pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan.

Untuk mitigasi ancaman kebakaran, tim Fire Protection Astra Agro juga melakukan pengawasan intensif. “Kami rutin melakukan patroli darat dan udara untuk merespon setiap adanya titik api (hotspot) yang berpotensi menjadi ancaman kebakaran."

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Cabang Riau Maryanto mengatakan, GAPKI rutin melakukan pertemuan untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Kami juga mewajibkan anggota GAPKI untuk rutin melakukan penyuluhan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebakaran hutan. Penyuluhan ini salah satunya bisa dengan melakukan praktik langsung di lapangan untuk menangani bila terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Karhutla

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top