China Batasi Impor Emas Secara Ketat

China membatasi impor emas secara ketat sejak Mei dalam suatu langkah untuk membatasi arus keluar dolar AS dan selain untuk memperkuat mata uang yuan seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi negara itu, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  06:44 WIB
China Batasi Impor Emas Secara Ketat
Emas batangan./REUTERS/Michael Buholzer -

Bisnis.com, JAKARTA - China membatasi impor emas secara ketat sejak Mei dalam suatu langkah untuk membatasi arus keluar dolar AS dan selain untuk memperkuat mata uang yuan seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi negara itu, menurut sumber yang tidak disebutkan namanya.

Ekonomi terkuat kedua di dunia telah memotong pengiriman sekitar 300-500 ton dari tahun lalu atau senilai US$15-25 miliar dengan harga saat ini, kata sumber itu seperti dikutip Reuters, Kamis (15/8/2019).

Pembatasan itu dilakukan sebagai bentuk konfrontasi perdagangan dengan Amerika Serikat yang telah menyeret laju pertumbuhan China ke tingkat paling lambat dalam hampir tiga dekade sehingga menekan yuan ke level terendah sejak 2008.

China adalah importir emas terbesar di dunia yang membeli sekitar 1.500 ton logam mulia senilai sekitar US$ 60 miliar tahun lalu, menurut data bea cukai.

Angka itu setara dengan sepertiga dari total pasokan dunia.

Permintaan China akan perhiasan, emas batangan, dan koin meningkat tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir karena negara ini dengan cepat menjadi lebih kaya. Sementara itu, cadangan emas resmi China naik lima kali lipat menjadi hampir 2.000 ton, menurut data resmi.

Data bea cukai China menunjukkan impor sebanyak 575 ton emas pada paruh pertama tahun ini atau turun dari 883 ton pada periode yang sama tahun 2018.

Pada Mei, China mengimpor hanya 71 ton emas dari 157 ton pada Mei 2018. Sedangkan pada Juni, bulan terakhir data diperoleh, penurunannya bahkan lebih tajam. Impor emas hanya 57 ton dibandingkan dengan 199 ton pada Juni tahun lalu.

 Sebagian besar impor China dari Swiss, Australia dan Afrika Selatan yang biasanya dibayar dalam dolar AS, dilakukan oleh sekelompok bank lokal dan internasional yang diberi kuota impor bulanan oleh Bank Sentral China.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat, perang dagang AS vs China

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top