Titik Api Gunung Ciremai Masih Belum Padam

Badan Nasional Penanggulangan Bencana satu satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga sore, Senin (12/8/2019). Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  00:27 WIB
Titik Api Gunung Ciremai Masih Belum Padam
Gunung Ciremai - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana satu satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga sore, Senin (12/8/2019). Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy.

Agus Wibowo Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB mengatakan dalam menanganan api ini, tim Apuy yang berjumlah 20 orang ikut terlibat pemadaman di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Selain itu, tim pos taktis Sanghiyang Ropoh dilaporkan juga telah memulai pemadaman mulai pukul 06.00 WIB secara manual di 2 titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh. Api kemudian berhasil dipadamkan pada pukul 15.00 WIB.

"Pos Komando Palutungan juga melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh dan tambahan personel lpapangan," katanya melalui keterangan resmi, Senin (12/8/2019).

Menurutnya dukungan udara sudah dikerahkan berupa helikopter yang mampu membawa 4.000 liter air dalam bucket. Namun upaya ini belum secara optimal membantu pemadaman.

Dia menyebut helikopter jenis Bell ZESXE yang terbang pukul 17.00 WIB tidak memungkinkan pengeboman air atau water-bombing. Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan.

Namun demikian, helikopter dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8/2019). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00 - 11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca.

"Selain terkendala angin yang berubah setiap saat, beberapa tantangan di hadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian menyulitkan untuk pemadaman secara manual. Angin kencang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia dan sarana-prasarana terbatas," ujarnya.

Hingga ini, personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang. Jumlah ini terdiri dari 70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan.

Mereka berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik.

BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut.

Sementara itu, luasan kawasan terbakar di kawasan ini mencapai 371 hektare. Adapun kawasan yang terpapar berada pada ketinggian 2.600 - 3.078 mdpl.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top