PBB Kritik Sanksi Baru AS Terhadap Venezuela

Kepala Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengkritik sanksi terbaru yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela. Dia mengatakan sanksi tersebut akan membuat jutaan warga Venezuela semakin menderita.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  11:53 WIB
PBB Kritik Sanksi Baru AS Terhadap Venezuela
Gedung PBB - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengkritik sanksi terbaru yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada Venezuela. Dia mengatakan sanksi tersebut akan membuat jutaan warga Venezuela semakin menderita.

AS secara sepihak membekukan semua aset pemerintah Venezuela di AS dan melarang transaksi komersial. Mereka bertujuan memberi tekanan pada Presiden Venezuela Nicolás Maduro untuk mundur.

"Saya sangat khawatir tentang dampak yang berpotensi parah pada hak asasi manusia rakyat Venezuela dari serangkaian sanksi unilateral yang baru diberlakukan oleh AS minggu ini," kata Bachelet, dilansir dari BBC, Jumat (9/8/2019).

"Sanksi itu sangat luas dan gagal memuat langkah-langkah yang memadai untuk mengurangi dampaknya terhadap sektor-sektor yang paling rentan dalam populasi," lanjutnya.

Meskipun sanksi AS memberikan beberapa pengecualian untuk penjualan yang terkait dengan makanan, pakaian, dan obat-obatan, Bachelet menilai langkah-langkah itu masih cenderung memperburuk krisis bagi jutaan rakyat biasa Venezuela.

Sebelumnya, Bachelet telah mengangkat keprihatinan tentang konsekuensi sanksi AS terhadap Venezuela. Dia juga mengkritik pemerintahan Maduro, terutama karena perlakuan buruk terhadap oposisi.

Pada Maret lalu, ia memilih Venezuela sebagai contoh tentang bagaimana pelanggaran hak-hak sipil dan politik dapat menonjolkan ketidaksetaraan dan memperburuk kondisi ekonomi.

Adapun Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan bahwa semua properti dan kepentingan pemerintah Venezuela yang berada di AS diblokir. Perintah itu juga melarang transaksi dengan otoritas Venezuela yang asetnya diblokir.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan sanksi baru dapat dijatuhkan pada siapa pun yang mendukung pemerintahan Maduro. Sanksi baru itu, katanya, akan memaksa negara dan perusahaan untuk memilih antara melakukan bisnis dengan AS atau dengan Venezuela.

Dia mengatakan AS akan menggunakan setiap alat untuk mengakhiri kediktatoran Maduro di Venezuela.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengecam sanksi baru itu dan menuduh Washington telah melakukan tindakan terorisme ekonomi yang sewenang-wenang terhadap rakyat Venezuela.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
venezuela

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top