Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Minta AS Tak Intervensi Urusan Hong Kong

China meminta para diplomat AS yang bermarkas di Hong Kong berhenti mencampuri urusan kota tersebut setelah laporan menyebutkan bahwa mereka bertemu dengan aktivis pro-demokrasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  06:46 WIB
Pengunjuk rasa memenuhi kawasan Yuen Long di Hong Kong, China, Sabtu (27/7/2019). - Reuters/Tyrone Siu
Pengunjuk rasa memenuhi kawasan Yuen Long di Hong Kong, China, Sabtu (27/7/2019). - Reuters/Tyrone Siu

Bisnis.com, JAKARTA - China meminta para diplomat AS yang bermarkas di Hong Kong berhenti mencampuri urusan kota tersebut setelah laporan menyebutkan bahwa mereka bertemu dengan aktivis pro-demokrasi.

Kementerian luar negeri China mengatakan telah menyatakan "ketidakpuasan yang kuat" dengan pemerintah AS. Media lokal sebelumnya melaporkan bahwa seorang pejabat AS dari konsulat jenderal AS di Hong Kong telah bertemu dengan "kelompok kemerdekaan" setempat.

Dalam sebuah pernyataannya, kementerian tersebut mendesak perwakilan diplomatik AS untuk "segera menghentikan pertemuan dengan perusuh anti-China" dan "segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong".

Sebuah laporan di surat kabar Hong Kong Takungpao menulis telah terjadi pertemuan antara anggota partai politik Demosisto beserta aktivis demokrasi terkemuka Joshua Wong dengan Julie Eadeh. Wanita itu merupakan kepala unit politik konsulat jenderal AS di Hong Kong seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (9/8/2019).

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan perwakilan pemerintah AS "bertemu secara teratur dengan banyak orang di seluruh Hong Kong dan Makau".

"Misalnya, pada hari pertemuan khusus ini, para diplomat kami juga bertemu dengan legislator Hong Kong serta anggota komunitas bisnis Amerika dan korps konsuler," kata juru bicara itu.

Partai Demosisto mengatakan pihaknya mengkampanyekan lebih banyak penentuan nasib sendiri untuk Hong Kong tetapi bukan untuk kemerdekaan.

Ketegangan meningkat di Hong Kong setelah dua bulan aksi protes yang dipicu oleh penolakan terhadap RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan.

RUU itu nantinya akan memungkinkan tersangka diadili di pengadilan China daratan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat hong kong
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top