Mengenang Cosmas Batubara : Saat di Barisan, Jangan Merasa Anda Lebih Tinggi dari Komandan

Sejak pensiun dari jabatan di pemerintahan pada 1993, Cosmas Batubara memang memilih menempatkan diri sebagai pengusaha yang berada di belakang layar dan duduk sebagai komisaris di sejumlah perusahaan properti.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  09:47 WIB
Mengenang Cosmas Batubara : Saat di Barisan, Jangan Merasa Anda Lebih Tinggi dari Komandan
Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. Cosmas Batubara bersama istri R/Ay. C. Pudyati Hadiwidjana, saat merayakan HUT ke-50 pernikahan di Jakarta, Minggu (7/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Awal September 2016, saya meminta waktu untuk bisa melakukan wawancara dengan Cosmas Batubara yang saat itu baru saja 'turun gunung' memimpin PT Agung Podomoro Land Tbk.

Disebut turun gunung karena sejak pensiun dari jabatan di pemerintahan pada 1993, Cosmas Batubara memang memilih menempatkan diri sebagai pengusaha yang berada di belakang layar dan duduk sebagai komisaris di sejumlah perusahaan properti.

Setelah kasus hukum yang menimpa Presiden Direktur Agung Podomoro Land saat itu, Ariesman Widjaja, pemegang saham emiten berkode APLN menunjuk Cosmas sebagai Presdir baru.

Saat diberi kepercayaan, Cosmas tidak bisa menolak kendati usianya tak lagi muda. Saat mewawancarai dirinya pada September 2016, Cosmas akan merayakan ulang tahun ke-78 tahun.

Cosmas Batubara lahir di Purbasaribu, Sumatra Utara pada 19 September 1938.

Bagi Cosmas, kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah sebuah tangung jawab yang harus dijalankan.

Filosofinya sederhana. Dia mengibaratkan hidup seperti halnya orang baris-berbaris.

Dalam barisan, katanya ada pasukan dan komandan. Saat ada di barisan sebagai pasukan, semua harus mengikuti perintah komandan.

"Harus mematuhi apa yang menjadi perintah komandan. Disuruh hadap kanan ya ikut. Pada saat Anda menjadi anggota barisan, tunduklah pada komandan barisan, jangan merasa Anda lebih tinggi dari komandan," ceritanya.

Filosofi itu yang dipegang teguh. Cosmas mengaku dirinya memang pernah berada di pemerintahan, menjabat sebagai menteri di era Presiden Soeharto.

Dia pernah duduk sebagai Menteri Muda Perumahan Rakyat pada 1978, lalu menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat 5 tahun kemudian, dan Menteri Tenaga Kerja pada 1988.

Setelah tidak menjadi menteri, dirinya menyebut sebagai warga biasa, sebagai seorang pengusaha swasta biasa.

Dia lantas menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan salah satu walikota di DKI Jakarta.

"Saya jadi [orang] swasta, pertama kali diajak ketemu menghadap walikota. Sekitar 20 menit sebelum acara, sudah harus di sana. Benefitnya, orang yang saya kunjungi, justru lebih menghargai. Sekarang saya swasta biasa," kata ayah dari empat anak itu.

Hari ini, kabar duka cita datang dari tokoh perumahan nasional itu. Cosmas Batubara berpulang pada Kamis (8/8/2019) pukul 03.27 di RSCM Kencana.

Sosok yang tekun dan sederhana. Banyak yang menilai meski pernah menjadi menteri tiga periode, Cosmas tidak silau dengan itu semua. Selamat jalan Pak Cosmas. Damai di surga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
agung podomoro, perumahan

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top