Perang Mata Uang Berpotensi Persulit Negosiasi Perang Dagang

Sikap Washington yang menuduh China memanipulasi mata uang yuan dinilai dapat membuat kompromi terkait dengan perang dagang sulit dicapai.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  11:47 WIB
Perang Mata Uang Berpotensi Persulit Negosiasi Perang Dagang
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral kedua negara di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019). - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA -- Sikap Washington yang menuduh China memanipulasi mata uang yuan dinilai dapat membuat kompromi terkait dengan perang dagang sulit dicapai.

Para pengamat China mengatakan sikap Washington akan membuat kompromi lebih sulit dicapai bagi pihak Beijing.

Bonnie Glaser, Direktur Proyek Daya China di Pusat Studi Strategis dan Internasional, Washington, mengatakan bahwa waktunya tidak bisa lebih buruk lagi di tengah ketegangan perang dagang yang makin meningkat.

“Potensi untuk kompromi sudah lewat. Kedua belah pihak berupaya sekuat mungkin sementara kedua pemimpin pertama negara tengah menomorsatukan kepentingan audiensi domestik mereka. Di sini, kepentingan politik menjadi penentu," ujar Glaser.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan bahwa China telah melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menguatkan yuan dan memperingatkan bahwa langkah itu dapat disebut sebagai aksi manipulasi jika sewaktu-waktu yuan melemah.

"Bukan kebetulan dalam pikiran saya bahwa mata uang telah bergerak dari sekitar 6,30 menjadi 6,90 yuan per dolar," katanya setelah pertemuan G20 di Fukuoka, Jepang.

Pemerintahan Trump secara resmi menyebut China sebagai manipulator mata uang, sebuah pernyataan yang meningkatkan ketegangan perang dagang lebih jauh.

Sikap tersebut disampaikan Washington setelah Bank Sentral China (PBOC) dengan sengaja membiarkan nilai yuan jatuh terhadap dolar AS sebagai bentuk balasan atas tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Perselisihan antara dua ekonomi terbesar dunia ini dengan cepat berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya dan berhasil mengguncang pasar.

Adapun, melalui akun twitternya, Trump mengatakan bahwa jatuhnya yuan di bawah level simbolik 7 yuan per dolar AS adalah sebuah aksi manipulasi mata uang.

Atas dasar itu, Departemen Keuangan AS menyampaikan bahwa Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan menggandeng International Monetary Fund (IMF) untuk menghilangkan keunggulan kompetitif tidak adil yang diciptakan oleh tindakan terbaru China.

Ini adalah pertama kalinya AS menyebut negara lain sebagai manipulator sejak 1990-an, ketika China juga merupakan targetnya. Secara teknis, ini mengharuskan pemerintah AS untuk mencari negosiasi dengan pemerintah yang dituduh melakukan manipulasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top